Infosatu.co – Ada pelajaran baik dicontohkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah tengah, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat pekan lalu. Yakni tentang berbagi dan bersedekah.
“Orang bilang harta tidak dibawa mati. Kalau saya, harta mau saya bawa mati. Tapi, saya titip dulu di sini,” kata Rudy Mas’ud saat menghadiri Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat, Sabtu 4 Juli 2026.
Di pondok pesantren ini, Gubernur Rudy Mas’ud memberi 10 ekor sapi. Bukan hanya itu, sang istri, Sarifah Suraidah yang Anggota Komisi VI DPR RI juga akan membantu meja, kursi dan komputer untuk para siswa pondok pesantren tersebut.
Sebelumnya, saat mengunjungi para warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Gubernur Rudy Mas’ud juga membagi-bagikan uang Rp200 ribu per orang. Total napi di Lapas Perempuan ini berjumlah 357 orang.
“Saya bantu buat beli skincare ya,” canda Gubernur Rudy Mas’ud.
Bantuan mendadak juga diberikan saat Rudy Mas’ud menyerahkan secara simbolis rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Muara Tae, Kutai Barat.
Usai menyerahkan rehab RLTH kepada Dedi Simson David, salah satu penerima, Gubernur Rudy Mas’ud masih memberikan pertanyaan.
“Masih ada lagi yang kurang? tanya Rudy kepada Dedi Simson David dan istrinya.
“Anu Pak Gubernur. Kami belum punya toilet, listrik juga belum nyambung. Kalau ada juga boleh baju bekas,” jawab David Simson.
Tak perlu waktu lama. Rudy langsung memanggil ajudannya untuk membawa segepok lembaran uang merah. Totalnya sepuluh juta rupiah.
“Toilet, listrik dan baju baru langsung saya bawakan hari ini. Semua ada di sini,” kata Rudy Mas’ud saat menyerahkan bantuan tunai dadakan kepada Dedi Simson David.
Bantuan hampir serupa juga diberikan Rudy Mas’ud saat berkunjung ke Desa Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung. Selain memastikan pembangunan jalan lewat APBD Kaltim tahun ini, Rudy juga menyerahkan bantuan uang tunai dari kantong pribadinya.
Rudy Mas’ud bukan hanya berpikir tentang dunianya, tetapi juga memperbanyak amal sedekah untuk bekal kehidupan setelah dunia. Sebuah contoh yang patut diteladani. Sedekah dan berbagi.
