infosatu.co
PEMERINTAH

TPA Sambutan Hampir Rampung, Pengembangan Zona Baru Masih Menunggu Kepastian

Teks: Pemkot Samarinda saat melakukan kunjungan lapangan di TPA Sambutan beberapa waktu lalu. (Ratu/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Rencana optimalisasi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan kini memasuki tahap akhir penyelesaian infrastruktur. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengatakan hanya tersisa beberapa pekerjaan penyempurnaan sebelum seluruh fasilitas dapat dioperasikan secara penuh.

Hal itu disampaikan Staf Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Rezky Samudra Aprilyan.

Ia mengatakan sebagian besar pekerjaan prioritas telah diselesaikan. Menurutnya, fokus saat ini lebih diarahkan pada penyelesaian detail teknis agar sistem pengelolaan sampah dapat berfungsi secara maksimal sekaligus mendukung target penghentian praktik open dumping.

Salah satu pekerjaan yang telah dituntaskan adalah perbaikan kolam penampungan air lindi yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat kebocoran. Fasilitas tersebut kini telah kembali dalam kondisi siap digunakan.

“Kolam penampungan air lindi yang sebelumnya bocor juga sudah diperbaiki,” ujar Rezky.

Di saat yang sama, DPUPR juga menyiapkan rencana perluasan area operasional melalui pembangunan zona baru di TPA Sambutan. Namun, tahapan tersebut belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu kepastian mengenai status aset serta penataan kawasan.

Hal itu dilakukan agar lokasi pengembangan tidak berbenturan dengan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan memanfaatkan sebagian lahan di kawasan TPA.

“Penentuan lokasi zona baru masih menunggu kepastian terkait status aset dan tata letak kawasan,” jelasnya.

Sementara itu, peningkatan sistem pendukung terus berjalan. Jalur intake dari zona 2 kini telah terintegrasi dengan zona 1 dan dihubungkan ke kolam penampungan lama yang akan kembali difungsikan.

Tak hanya itu, pembangunan tanggul di sekeliling zona 2 juga masih berlangsung. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mengendalikan aliran air dari luar kawasan agar tidak masuk ke area operasional.

“Sehingga proses pengelolaan sampah dapat berlangsung lebih aman dan efektif,” pungkasnya.

Related posts

Indonesia “Lukisan Tuhan”, Menag: Jangan Ada yang Merusak

Ratu

Bankeu Rp6,8 Miliar Pemprov Kaltim Lancarkan Jalan Poros Asa – Juaq Asa di Kubar

Ratu

Stadion Segiri Masih Defisit, Biaya Perawatan Puluhan Juta Rupiah per Bulan

Emmy Haryanti