Samarinda, Infosatu.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong optimalisasi pengelolaan aset olahraga sebagai salah satu sumber peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III Bidang Pembangunan, Mohammad Novan Syahronny Pasie, usai pembahasan bersama Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Kamis 2 Juli 2026.
Novan menjelaskan bahwa pengelolaan venue olahraga memiliki potensi besar dalam mendongkrak pendapatan daerah, terutama jika didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana.
“Venue olahraga itu aset. Kalau dikelola dengan baik dan fasilitasnya memadai, ini bisa jadi sumber PAD yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep pengembangan tersebut dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dengan peningkatan kualitas fasilitas, pemerintah dapat menarik lebih banyak kegiatan olahraga maupun event berskala besar.
“Investasinya mungkin di awal, tapi ke depan bisa terus menghasilkan. Bahkan efeknya bisa menjalar ke sektor lain,” jelasnya.
Menurutnya, multiplier effect dari kegiatan olahraga sangat signifikan, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
“Kalau ada event besar, orang dari luar datang. Hotel penuh, makanan laku, UMKM bergerak. Ini yang kita dorong,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan, target PAD dari pengelolaan aset oleh UPTD Disporapar pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Hingga Juni, realisasi telah mencapai sekitar Rp757 juta, sehingga DPRD optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.
“Kita lihat progresnya cukup baik. Memang sempat terpengaruh Ramadan, tapi kita optimis target tercapai,” ujarnya.
Meski demikian, Novan mengakui bahwa Disporapar masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran. Hal ini berdampak pada minimnya perawatan dan peningkatan fasilitas venue.
“Kalau kondisi venue kurang layak, tentu sulit untuk disewakan atau digunakan secara maksimal,” jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa fasilitas yang sempat menjadi sorotan publik karena kondisi yang kurang terawat, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah.
Selain itu, program pembinaan atlet juga tetap berjalan, meski dengan anggaran terbatas. Saat ini, alokasi dana untuk pengembangan atlet dinilai masih relatif kecil.
“Program tetap jalan, tapi memang anggarannya terbatas, hanya untuk peningkatan skill dasar saja,” ungkapnya.
DPRD juga mencatat adanya usulan penambahan anggaran, khususnya untuk menghadapi agenda penting seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Dengan berbagai upaya tersebut, DPRD berharap pengelolaan sektor olahraga tidak hanya berkontribusi pada prestasi atlet, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan.
