infosatu.co
PENDIDIKAN

Evaluasi SPMB 2026, Aduan Orang Tua Soal Siswa Belum Tertampung Jadi Sorotan

Teks: Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdikbud Kota Samarinda Andi Tenri Sumpala. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Sejumlah aduan dari orang tua terkait calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.

Berbagai persoalan yang muncul dipastikan akan dievaluasi secara menyeluruh sebagai bahan pembenahan sistem penerimaan siswa baru pada tahun mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdikbud Kota Samarinda Andi Tenri Sumpala mengatakan evaluasi akan dilakukan setelah seluruh tahapan SPMB selesai.

Menurutnya, setiap kendala yang ditemukan selama proses penerimaan peserta didik baru akan menjadi catatan untuk memperbaiki mekanisme pelaksanaan agar lebih efektif dan transparan.

“Evaluasi pasti kami lakukan setelah seluruh tahapan selesai. Semua kendala yang ditemukan selama pelaksanaan SPMB tahun ini akan menjadi bahan pembenahan agar pelaksanaannya pada tahun berikutnya bisa lebih baik,” ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Disdikbud telah menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan masyarakat, terutama dari orang tua siswa yang anaknya belum diterima di sekolah tujuan.

Pihaknya terus berkoordinasi agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para orang tua yang menyampaikan laporan. Dinas akan mengupayakan penyelesaian sehingga anak-anak yang belum memperoleh sekolah tetap bisa mendapatkan tempat belajar,” katanya.

Hingga kini, masih terdapat sejumlah SMP negeri yang belum memenuhi kuota penerimaan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi calon peserta didik yang belum tertampung untuk ditempatkan di sekolah yang masih memiliki daya tampung.

“Masih ada sejumlah sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan. Karena itu kami optimistis siswa yang saat ini belum tertampung masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan sekolah,” jelasnya.

Menurut Andi, proses penataan peserta didik ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama masuk sekolah.

Disdikbud berharap evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini mampu menghasilkan perbaikan yang lebih komprehensif, mulai dari mekanisme penerimaan hingga pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik dan mampu mengakomodasi kebutuhan calon peserta didik di Kota Samarinda,” pungkasnya.

Related posts

TRC PPA Laporkan Dugaan Kejanggalan SPMB ke DPRD, Soroti Perubahan Titik Koordinat Jalur Domisili

Emmy Haryanti

18 Kepala Sekolah Baru Digembleng, Disdikbud Samarinda Tekan Adaptasi Teknologi dan Disiplin Pendidikan

Ratu

Disdikbud Samarinda Tekankan Integritas dan Kepemimpinan

Ratu