infosatu.co
KESEHATAN

First Aider Kesehatan Mental akan Hadir di Lingkungan Kerja ASN Bontang

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang menargetkan kehadiran petugas pendamping kesehatan mental atau first aider mental health di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Program tersebut disiapkan untuk memperkuat kesehatan mental Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan kesehatan mental telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam periode pembangunan 2025-2029.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan jiwa merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi bonus demografi pada 2030.

“Pemerintah Kota Bontang berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.

Melalui program tersebut, setiap OPD diharapkan memiliki ASN yang dibekali kemampuan dasar untuk mengenali tanda-tanda tekanan psikologis di lingkungan kerja.

Mereka nantinya bertugas memberikan dukungan awal kepada rekan kerja yang mengalami masalah emosional sebelum mendapatkan penanganan profesional.

Keberadaan first aider kesehatan mental dinilai penting mengingat tekanan pekerjaan dapat memengaruhi kondisi psikologis pegawai.

Dengan deteksi dini dan pendampingan awal, risiko berkembangnya gangguan kesehatan jiwa diharapkan dapat diminimalkan.

Toetoek berharap langkah tersebut mampu membangun budaya kerja yang lebih adaptif, humanis, dan saling mendukung.

Ia berharap kesehatan mental tidak lagi dipandang sebagai persoalan pribadi semata, tetapi menjadi bagian penting dalam tata kelola organisasi pemerintahan.

“Tujuannya, kami ingin meningkatkan kapasitas ASN dalam mengenali dan memberikan dukungan awal terhadap persoalan kesehatan mental di lingkungan kerja,” pungkasnya.

Related posts

Tingkatkan Akses Kesehatan Warga, Kaltim Kejar UHC 98 Persen

Emmy Haryanti

Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas, Gedung Pandurata Segera Dioperasikan

Emmy Haryanti

Kekurangan Dokter Spesialis Masih Jadi Tantangan, Pemerataan Layanan Kesehatan Kaltim Dikebut

Emmy Haryanti