infosatu.co
PENDIDIKAN

Alokasi Revitalisasi Sekolah di Samarinda Menyusut, Tujuh Sekolah Tetap Dapat Bantuan pada 2026

Teks: ilustrasi pekerja melakukan renovasi ruang kelas. (AI)

Samarinda, Infosatu.co – Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetap menyasar Kota Samarinda pada tahun anggaran 2026. Meski demikian, jumlah sekolah yang memperoleh bantuan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya seiring perubahan kebijakan prioritas pemerintah pusat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan program peningkatan infrastruktur pendidikan tersebut tetap berjalan, meskipun kuota penerima bantuan tahun ini jauh lebih sedikit.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan, pengurangan jumlah penerima bantuan tidak terlepas dari penyesuaian anggaran serta pengalihan fokus pemerintah pusat ke sejumlah daerah yang membutuhkan penanganan lebih mendesak.

Menurutnya, wilayah-wilayah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh dan beberapa daerah di Sumatera, menjadi prioritas dalam penyaluran program revitalisasi sekolah tahun ini.

“Pemerintah pusat melakukan penyesuaian prioritas. Karena itu, jumlah sekolah yang menerima bantuan di Samarinda tidak sebanyak tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.

Berdasarkan data Disdikbud Samarinda, pada 2025 sebanyak 24 sekolah menerima bantuan revitalisasi, terdiri dari 16 sekolah menengah pertama dan delapan sekolah dasar. Sementara pada 2026 jumlah penerima berkurang menjadi tujuh sekolah, yakni tiga SMP dan empat SD.

Adapun tiga SMP yang masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi tahun ini adalah SMP Negeri 2 Samarinda, SMP Negeri 26 Samarinda, dan SMP Negeri 37 Samarinda.

Meski kuotanya berkurang, Wahiduddin menegaskan keberlanjutan program tersebut tetap menjadi kabar positif bagi dunia pendidikan di Samarinda.

Bantuan yang diberikan akan difokuskan pada perbaikan fasilitas sekolah yang membutuhkan penanganan, terutama rehabilitasi bangunan dan ruang belajar.

“Perbaikan yang dilakukan umumnya mencakup rehabilitasi ruang kelas serta sarana pendukung lainnya agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan aman,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Karena itu, setiap bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas yang dinilai sudah tidak optimal.

Disdikbud Samarinda berharap bantuan yang masih mengalir ke daerah tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Sekolah yang mendapatkan bantuan diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang lebih layak sehingga dapat menunjang aktivitas belajar mengajar secara optimal,” tutup Wahiduddin.

Related posts

Status Senat yang Rangkap Jabatan Jadi Sorotan, Pemaparan Visi-Misi Balon Rektor Unmul Ditunda

Emmy Haryanti

Hasil TKA SD Bontang 2026 Dipetakan, Berikut 10 Sekolah dengan Nilai Tertinggi

Rizki

Nilai TKA Siswa Samarinda Lampaui Nasional

Emmy Haryanti