Samarinda, infosatu.co – Tingginya minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di kawasan Teras Samarinda membuat keberadaan booth permanen di lokasi tersebut semakin diminati. Namun, terbatasnya jumlah lapak membuat tidak semua pelaku usaha dapat langsung memperoleh tempat berjualan.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda Syamsudin Hamade menjelaskan pengelolaan booth permanen di Teras Samarinda bukan berada di bawah Perumda Varia Niaga. Proses pendaftaran dan penempatan tenant dilakukan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, khususnya Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Kalau yang booth permanen di Teras Samarinda itu melalui Dinas UMKM dan BPKAD,” ujar Syamsudin melalui sambungan teleon, Senin 1 Juni 2026.
Ia mengakui kawasan Teras Samarinda kini menjadi salah satu lokasi favorit pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Posisinya yang berada di Tepian Sungai Mahakam dan ramai dikunjungi masyarakat membuat banyak pelaku usaha berharap bisa mendapatkan tempat permanen di kawasan tersebut.
Besarnya antusiasme pelaku usaha juga terlihat di sejumlah lokasi binaan lainnya. Syamsudin menyebut kawasan Teluk Lerong yang dikelola Perumda Varia Niaga saat ini juga telah terisi penuh.
“Sementara untuk kawasan Teluk Lerong memang dikelola Varia Niaga, tetapi saat ini sudah penuh,” katanya.
Menurut dia, keterbatasan kapasitas booth menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya jumlah UMKM yang ingin bergabung. Banyak pelaku usaha yang telah menyampaikan minatnya, namun ruang yang tersedia belum mampu menampung seluruh permintaan.
Untuk mengakomodasi UMKM yang belum memperoleh booth permanen, Varia Niaga membuka kesempatan melalui berbagai kegiatan dan ajang yang rutin digelar di kawasan Teras Samarinda.
Dalam satu bulan, sedikitnya dua hingga tiga kegiatan diselenggarakan dengan melibatkan puluhan pelaku usaha. Bahkan, dalam satu ajang jumlah penyewa lapak (tenant) yang berpartisipasi dapat mencapai sekitar 60 UMKM.
“Kami membuka ruang melalui event-event yang dilaksanakan di Teras Samarinda. Jadi UMKM yang belum mendapatkan tempat permanen tetap bisa ikut berjualan dan memperkenalkan produknya,” jelasnya.
Syamsudin menambahkan, informasi mengenai pendaftaran tenant untuk setiap kegiatan biasanya diumumkan melalui media sosial resmi Teras Samarinda.
Karena itu, para pelaku UMKM diimbau aktif memantau pengumuman yang disampaikan pengelola agar tidak ketinggalan kesempatan berpartisipasi.
Ia menilai tingginya minat terhadap booth permanen menjadi indikator bahwa Teras Samarinda semakin berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Tepian.
“Kami ingin UMKM terus bertumbuh dan naik kelas, karena itu ruang-ruang usaha yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.
