infosatu.co
Artikel

Mau Makan Enak Tapi Tetap Sehat? Ini 5 Kunci Masak Bergizi Menurut Kemenkes

Teks: Seorang ibu menyiapkan hidangan sehat dengan bahan makanan segar di dapur rumah. Kemenkes mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan memilih bahan pangan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. (ist/detikfood).

Samarinda, infosatu.co – Menyiapkan makanan lezat sekaligus sehat ternyata tidak selalu rumit atau mahal. Kunci utamanya terletak pada cara memilih bahan makanan, mengolah, hingga menyajikannya di meja makan.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), langkah-langkah sederhana dalam proses memasak dapat membantu menjaga kandungan gizi makanan tanpa mengurangi cita rasa.

Dengan pola memasak yang tepat, hidangan sehari-hari tidak hanya nikmat disantap, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Karena itu, penting untuk memahami kebiasaan memasak sehat agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi.

Berikut 5 kunci memasak bergizi menurut Kemenkes agar makanan di rumah lebih sehat dan tetap menggugah selera:

1. Jaga Kebersihan Saat Mengolah Makanan.
Kunci pertama adalah menjaga kebersihan selama proses memasak. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan, gunakan alat masak yang bersih, serta pisahkan bahan mentah dan makanan matang.

Lingkungan dapur juga perlu dijaga agar tetap bersih dan bebas dari kuman, serangga, maupun hewan yang dapat mencemari makanan.

Kebersihan dalam pengolahan pangan sangat penting karena dapat mencegah penyakit yang berasal dari makanan atau foodborne disease.

Makanan yang terkontaminasi bakteri dan kuman berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare, muntah, hingga keracunan makanan.

2. Pisahkan Bahan Mentah dan Makanan Matang.
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya memisahkan bahan pangan mentah dari makanan yang sudah matang. Gunakan perlengkapan memasak seperti pisau, talenan, maupun serbet secara terpisah.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang. Bahan pangan mentah seperti daging sapi, unggas, dan seafood berpotensi membawa bakteri berbahaya yang dapat berpindah ke makanan siap santap.

Jika tidak dipisahkan, bakteri tersebut bisa berkembang dan meningkatkan risiko keracunan makanan bagi anggota keluarga.

3. Masak Makanan Hingga Matang Sempurna.
Kunci berikutnya adalah memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang. Proses memasak dengan suhu yang tepat mampu membunuh bakteri, virus, maupun parasit yang mungkin terdapat pada bahan pangan.

Kemenkes menyarankan agar makanan seperti daging, ayam, telur, dan seafood dimasak hingga matang sempurna, terutama pada bagian dalamnya.

Selain lebih aman dikonsumsi, makanan yang matang dengan baik juga membantu tubuh memperoleh nutrisi secara optimal tanpa risiko infeksi akibat kuman yang masih hidup.

4. Simpan Makanan pada Suhu yang Aman.
Penyimpanan makanan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan. Makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang karena dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Gunakan lemari pendingin untuk menyimpan bahan makanan segar maupun makanan matang yang belum dikonsumsi. Pastikan pula makanan disimpan dalam wadah tertutup agar tetap higienis.

Kemenkes mengingatkan, makanan yang disimpan dengan benar dapat bertahan lebih lama dan tetap aman dikonsumsi tanpa kehilangan kandungan gizinya.

5. Gunakan Air dan Bahan Pangan yang Aman.
Kunci terakhir adalah memastikan air dan bahan pangan yang digunakan aman serta berkualitas baik. Gunakan air bersih untuk mencuci bahan makanan maupun memasak.

Selain itu, pilih bahan pangan segar, tidak kedaluwarsa, dan bebas dari zat berbahaya. Buah dan sayur juga perlu dicuci terlebih dahulu sebelum diolah atau dikonsumsi.

Memilih bahan pangan yang baik menjadi langkah awal untuk menghasilkan masakan sehat dan bergizi bagi keluarga.

Dengan menerapkan lima kebiasaan sederhana tersebut, masyarakat dapat mulai membangun pola makan sehat dari rumah. Selain menjaga cita rasa makanan, cara memasak yang tepat juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Related posts

Kisah Mandala: Siswa SMK di Samarinda, Wafat Usai Bertahan di Balik Sepatu yang Kekecilan

Firda

3 Tahun Mengenal Mohammad Sukri: Sahabat yang Energik

Rizki

5 Rekomendasi Film Serial Detektif bagi Pecinta Misteri dan Teka-Teki

Firda