infosatu.co
Samarinda

Cegah Senjata Tajam Masuk Pelabuhan, Polisi Perketat Pengamanan Arus Mudik

Teks: Polsek Kawasan Pelabuhan saat mengimbau para pemudik di Pelabuhan Samarinda (Foto-Samuji)

Samarinda, infosatu.co – Pengamanan arus mudik di Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) mulai diperketat sejak 13 Maret hingga 31 Maret 2026.

Kepolisian menyiagakan sekitar 150 personel gabungan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah pintu akses pelabuhan guna mencegah masuknya barang terlarang.

Teks: Polsek Kawasan Pelabuhan bersama instansi terkait di Pos Pelayanan Idul Fitri 1447H di Pelabuhan Samarinda (Foto-Samuji)

Samuji Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan di Pos Pelayanan Pelabuhan Penumpang Samarinda, mengatakan pengamanan dilakukan dengan sistem pembagian personel sejak beberapa hari sebelum hingga setelah puncak arus mudik.

Dalam pengamanan tersebut, polisi menempatkan personel di setiap akses masuk dan keluar pelabuhan agar tidak terjadi celah keamanan. Setiap pintu akan dijaga petugas yang bertugas memeriksa penumpang maupun barang bawaan.

“Kita mau masuk setiap pintu sektor itu harus ada Polri-nya untuk memeriksa,” katanya, Sabtu, 14 Maret 2026 di Aula Wira Satya Legawa.

Samuji menyebut, terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus pemeriksaan, yakni pintu masuk area pelabuhan, pintu menuju ruang penumpang, serta pintu keluar pelabuhan.

Untuk mendukung pemeriksaan tersebut, kepolisian menggunakan alat metal detector guna memeriksa barang bawaan penumpang.

“Tas akan kita periksa satu per satu. Untuk alatnya kita menggunakan metal detector,” jelasnya.

Dengan tegas kepolisian melarang membawa senjata tajam atau barang berbahaya lainnya selama perjalanan melalui pelabuhan.

“Semua barang seperti curat atau senjata tajam tidak boleh. Kalau ada yang bawa ya tentu saja akan kita amankan,” tegasnya.

Ia mengakui dalam beberapa kasus masih ditemukan penumpang yang membawa senjata tajam dengan alasan untuk melindungi diri. Namun menurutnya, alasan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan.

“Kadang penumpang membawa sajam dengan alasan untuk mengamankan diri sendiri. Padahal itu kan harus ada izinnya, tergantung jenisnya,” ujarnya.

Samuji bahkan menilai tidak ada alasan logis bagi seseorang membawa benda tajam saat bepergian, termasuk pisau dapur.

“Pisau dapur ya sebenarnya tidak boleh dalam bepergian membawa begitu. Untuk apa juga dia membawa,” katanya.

Di sisi lain, kepolisian juga menyoroti potensi penyelundupan barang terlarang melalui jasa pengiriman.

Oleh karena itu, penyedia jasa logistik diminta lebih teliti memeriksa barang kiriman agar tidak menjadi perantara tanpa disadari.

“Kadang dibungkus rapi, kita tidak tahu dalamnya apa. Orang bisa saja berbohong. Jadi dicek dulu dan minta nomor telepon supaya mudah koordinasi,” kata Samuji.

Dari sisi kekuatan personel, Samuji menyebut jumlah petugas yang dikerahkan selama arus mudik lebih banyak dibandingkan pengamanan harian.

Jika biasanya sekitar 100 personel, pada periode mudik jumlahnya meningkat menjadi sekitar 150 hingga 200 personel.

Tambahan personel tersebut juga berasal dari Polres Samarinda karena personel di tingkat Polsek terbatas.

“Kita kan Polsek, personelnya terbatas. Jadi nanti kita di-backup dari Polres, dari lalu lintas, Satuan Samapta Bhayangkara (Samapta), dan Reserse Kriminal (Reskrim),” jelasnya.

Selain kepolisian, pengamanan arus mudik di pelabuhan juga melibatkan sejumlah instansi terkait di sektor kemaritiman untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode mudik.

“Semua instansi terkait tentang kemaritiman nanti hadir di situ. Sama-sama kita mengamankan arus mudik ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Ia juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan, termasuk mengecek keamanan kendaraan dan instalasi listrik.

“Berhati-hati di jalan, jaga keselamatan. Jangan sampai lupa kunci kendaraan di rumah, dicek sebelum berangkat, listrik dan lainnya,” pesannya.

Related posts

45 Ton Beras untuk Warga Samarinda, Andi Harun Tekankan Penyaluran Harus Manusiawi

Firda

Yayasan Dharma Bhakti Gandeng Pemkot Salurkan 45 Ton Beras untuk 9.000 Warga

Firda

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Pasar Pagi Samarinda Nyaris Tembus Rp100 Ribu per Kg

Firda

You cannot copy content of this page