Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program yang menyasar sektor keagamaan dan pendidikan.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas masyarakat, baik dari sisi moral maupun pendidikan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap rumah ibadah dengan menyalurkan bantuan kepada masjid dan musala di Kota Bontang.
Pemkot Bontang juga sebelumnya telah menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dana hibah sebesar Rp50 juta untuk Masjid Hibatullah di RT 32, Kelurahan Api-Api serta 20 mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Selain bantuan sarana keagamaan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk pemberian insentif bagi para pegiat agama di Kota Bontang.
Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peran tokoh agama dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
“Peran penggiat agama sangat penting dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Karena itu pemerintah juga meningkatkan insentifnya,” ujar Neni, Jumat, 6 Maret 2026.
Di sektor pendidikan, Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran lebih dari 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk fungsi pendidikan.
Dengan total APBD yang sempat menyentuh sekitar Rp2 triliun, alokasi untuk sektor pendidikan setidaknya akan mencapai Rp400 miliar yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akses belajar bagi masyarakat.
Pemerintah juga menjalankan sejumlah program bantuan bagi pelajar, di antaranya penyediaan seragam sekolah lengkap secara gratis bagi siswa.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan seluruh anak dapat bersekolah dengan layak.
Tidak hanya untuk siswa sekolah dasar dan menengah, dukungan juga diberikan kepada mahasiswa melalui bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Pemerintah daerah bahkan mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membantu mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
Pemkot Bontang juga turut menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pelengkap bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Sebagai bentuk perhatian terhadap tenaga pendidik, pemerintah juga menaikkan insentif guru menjadi Rp2 juta per bulan.
Neni menegaskan berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak-anak kita yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Pendidikan harus bisa diakses oleh semua,” ujarnya. (Adv)
