infosatu.co
Samarinda

KSOP Tutup Sementara Lalu Lintas Kapal di Bawah Jembatan Mahakam Ulu

Teks: KSOP Samarinda menutup sementara arus kapal di kolong Jembatan Mahakam Ulu

Samarinda, infosatu.co – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan penutupan sementara lalu lintas kapal di kolong Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).

Kebijakan ini diambil menyusul rencana pemeriksaan struktur jembatan pasca insiden tubrukan kapal tongkang di perairan tersebut.

Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Abdul Rahman, mengatakan penutupan sementara dilakukan berdasarkan surat Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Nomor: 500 11.18.2000T/DISHUB PELAYARAN-BLU/2026 tertanggal 25 Januari 2026.

Surat tersebut mengatur langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pelayaran sekaligus memastikan kondisi fisik jembatan tetap aman pasca kejadian.

Dalam surat pemberitahuan itu disebutkan, kegiatan pengecekan atau pemeriksaan struktur Jembatan Mahakam Ulu akan dilaksanakan oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-Perumahan Rakyat (PUPR Pera).

Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari, mulai pukul 07.30 Wita hingga 17.00 Wita, sebagai tindak lanjut atas insiden tubrukan yang melibatkan TK Marine Power 3066 yang ditunda oleh TB Marine 1831.

Abdul Rahman menjelaskan, langkah penutupan sementara tersebut bersifat preventif dan menjadi bagian dari prosedur keselamatan standar setiap kali terjadi insiden yang berpotensi memengaruhi infrastruktur vital.

Menurut dia, aktivitas pelayaran di sekitar jembatan perlu dikendalikan agar proses pemeriksaan dapat berjalan optimal tanpa risiko tambahan bagi kapal maupun petugas di lapangan.

Pihak KSOP Kelas I Samarinda juga menegaskan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan pelayaran agar mematuhi kebijakan tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dimohon kepada seluruh kapal yang akan melintas di area sekitar Jembatan Mahakam Ulu agar sementara tidak melintas,” katanya.

“Juga tidak melakukan aktivitas pengolongan kapal selama pelaksanaan kegiatan dimaksud, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan pelayaran TTK,” ujarnya.

Penutupan sementara ini berdampak langsung pada arus lalu lintas kapal, khususnya kapal tunda dan tongkang yang kerap melintas di Sungai Mahakam.

Meski demikian, KSOP memastikan kebijakan tersebut hanya berlaku selama proses pemeriksaan berlangsung dan akan dievaluasi kembali setelah tim teknis menyelesaikan pengecekan struktur jembatan.

KSOP berharap seluruh nahkoda kapal, operator kapal, serta perusahaan pelayaran dapat menyesuaikan jadwal operasionalnya dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Kepatuhan ini dinilai penting tidak hanya untuk kelancaran pemeriksaan, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran serta mencegah terulangnya insiden serupa di kawasan Jembatan Mahakam Ulu.

Related posts

KSOP Ungkap Kronologi Tongkang Batu Bara Hantam Jembatan Mahulu

Martin

Dari Temu Alumni ke Gerakan Terstruktur, KAUMY Kaltim Mulai Dikonsolidasikan

Dhita Apriliani

CEO MSI Group Dorong Wartawan Eksplorasi Berita hingga Pedesaan

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page