infosatu.co
KALTIM

LPTQ Kaltim Konsolidasikan Organisasi Jaga Prestasi MTQ Tingkat Nasional

Teks: Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kalimantan Timur 2025 di Balikpapan.

Balikpapan, infosatu.co – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat konsolidasi organisasi.

Hal ini bertujuan guna menjaga dan mempertahankan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional.

Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kaltim yang digelar di Hotel Jatra, Balikpapan, Jumat, 27 Desember 2025.

Rakerda kali ini menitikberatkan pada evaluasi dan refleksi program pembinaan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025, sekaligus merumuskan strategi keberlanjutan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan arah pembinaan LPTQ Kaltim tetap konsisten dan terukur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, yang juga menjabat Ketua LPTQ Kaltim, menyampaikan capaian prestasi Kaltim bukan semata karena faktor tuan rumah.

Ia mengingatkan keberhasilan meraih juara umum MTQ Tingkat Nasional ke-30 Tahun 2024 di Samarinda, serta juara umum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional 2025 di Kendari, merupakan bukti kuat hasil pembinaan berkelanjutan.

“Ketika Kaltim kembali meraih juara umum pada STQH Nasional di Kendari, itu membuktikan bahwa prestasi kita bukan karena faktor tuan rumah, tetapi karena kualitas pembinaan yang konsisten,” ujar Sri Wahyuni.

Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk menjaga marwah LPTQ Kaltim yang telah mencatatkan dua kali juara umum nasional secara berturut-turut, serta sejumlah prestasi di tingkat internasional.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Sri Wahyuni memaparkan strategi utama LPTQ Kaltim, di antaranya pembinaan jangka panjang melalui Training Center intensif selama 20 hingga 45 hari.

Juga mendatangkan pelatih nasional dan internasional, serta pemberian beasiswa dan kursus ke luar negeri bagi para juara.

Selain itu, rekrutmen dan “talent scouting” dilakukan secara terstruktur, termasuk menjaring santri berprestasi dari pondok pesantren, mahasiswa, hingga pembinaan usia dini.

Digitalisasi juga menjadi fokus utama, meliputi penerapan e-MTQ, e-Scoring, transparansi seleksi, serta penguatan basis data terintegrasi.

“Modernisasi sistem ini penting agar pembinaan berjalan objektif, transparan, dan terukur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim Dasmiah selaku Wakil Ketua II LPTQ sekaligus Ketua Panitia Rakerda mengungkapkan eksistensi LPTQ Kaltim kini mulai diperhitungkan secara nasional.

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya LPTQ provinsi maupun kabupaten/kota dari daerah lain yang melakukan studi tiru ke Kaltim.

“Ini menunjukkan bahwa LPTQ Kaltim sudah menjadi rujukan nasional dalam pembinaan MTQ,” kata Dasmiah.

Rakerda juga menghadirkan narasumber dari tingkat nasional. Kepala Subdirektorat MTQ Kementerian Agama RI yang juga Sekretaris IV LPTQ Nasional, Rijal Ahmad Rangkuti, memaparkan kebijakan transformasi LPTQ secara daring.

Ia menyoroti empat fokus utama, yakni digitalisasi penyelenggaraan MTQ/STQH, penguatan SDM penyelenggara, penguatan program baca tulis Al-Qur’an, serta pemberdayaan juara melalui manajemen talenta.

Selain itu, Koordinator pelatih LPTQ Kaltim, Hajarul Akbar, turut menekankan pentingnya pengelolaan pembinaan secara manajerial melalui pembentukan halaqah yang terorganisasi di bawah LPTQ.

Menurutnya, pola tersebut perlu diperkuat agar pembinaan tidak bersifat individual, melainkan terstruktur dan berkesinambungan.

“LPTQ Kaltim perlu belajar dari LPTQ Jawa Barat dalam pembentukan halaqah yang dikelola secara manajerial,” ujarnya.

Rangkaian Rakerda ditutup dengan pemaparan pola perekrutan pelatih daerah dan pendamping MTQ Nasional.

Dasmiah menjelaskan calon pelatih harus memenuhi syarat umum dan teknis, mulai dari akhlakul karimah, kompetensi keilmuan, hingga kesiapan bekerja dalam tim dan komitmen mengikuti training center.

Melalui Rakerda ini, LPTQ Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga prestasi MTQ tingkat nasional melalui konsolidasi organisasi, pembinaan berkelanjutan, serta modernisasi sistem yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Related posts

Dewan Hakim MTQ Diminta Siap Diaudit Publik

Dhita Apriliani

2 Tongkang Batu Bara Senggol Rumah Warga dan Pilar Jembatan Mahulu

Firda

Ikut Tes Urine di Kantor BNPP, Wartawan Ternyata Tetap Gugup

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page