Samarinda, Infosatu.co – Sejumlah kekurangan fasilitas di Teras Samarinda segmen 2 belum dibenahi kontraktor. Hal itu disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy.
Ia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum ingin menerima sepenuhnya pengelolaan Teras Samarinda Segmen 2, lantaran temuan di lapangan mencakup pemasangan keramik, sistem penyiraman tanaman, hingga fasilitas tempat sampah yang dinilai belum memadai.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan sebelum proses serah terima dilakukan secara resmi.
“Banyak catatan, mulai dari keramiknya yang kurang bagus pemasangannya. Kemudian sprinklenya, kemudian bak sampahnya juga begitu kurang memadai. Kita minta diperbaiki,” kata Marnabas.
Menurutnya perbaikan tidak hanya menyangkut tampilan kawasan, tetapi juga memastikan fasilitas dapat digunakan dalam jangka panjang. Salah satu perhatian pemerintah adalah pemasangan keramik yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak segera diperbaiki.
Marnabas meminta seluruh temuan dicatat dan disampaikan kepada kontraktor agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum tanggung jawab pengelolaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah kota.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin menerima fasilitas dalam kondisi masih menyisakan persoalan. Sebab, setelah serah terima dilakukan, kerusakan yang muncul berpotensi menjadi beban pemerintah.
“Jangan sampai nanti ketika sudah kita terima ada kerusakan-kerusakan, tanggung jawab pemerintah kota,” tegasnya.
Selain konstruksi, sistem penyiraman tanaman juga menjadi perhatian. Pemerintah menilai fasilitas sprinkler yang tersedia belum optimal sehingga perlu dikaji kembali agar penyiraman tanaman dapat berjalan secara menyeluruh.
Pihaknya bahkan meminta agar sistem yang digunakan tidak dikerjakan setengah-setengah. Jika memang menggunakan sprinkler, maka sistem tersebut harus mampu menunjang kebutuhan seluruh area tanaman.
“Kalau memang pakai sprinkler, semuanya pakai sprinkler,” ujarnya.
Persoalan rumput dan tanaman juga menjadi catatan karena membutuhkan penyiraman secara rutin. Pemkot kemudian mempertimbangkan penggunaan air Sungai Mahakam untuk kebutuhan penyiraman dibandingkan mengandalkan air PDAM.
Langkah tersebut sekaligus dinilai dapat menekan biaya operasional, mengingat lokasi Teras Samarinda Segmen 2 berada di kawasan tepian sungai.
“Kami masih menemukan beberapa fasilitas yang belum berfungsi dan meminta agar seluruhnya dipastikan aktif sebelum kawasan tersebut ditinjau kembali oleh Wali Kota Samarinda,” terangnya.
Oleh karena itu, pemerintah masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum fasilitas tersebut benar-benar digunakan masyarakat. Setelah seluruh catatan diperbaiki, pemerintah akan melakukan evaluasi kembali untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan kebutuhan.
“Ketika nanti kunjungan Pak Wali, ada temuan-temuan beliau, kita punya kesempatan untuk memperbaiki,” tandasnya.
