infosatu.co
Samarinda

Wali Kota Andi Harun: Perlu Penguatan Forum Kota Sehat dan PPTI Wujudkan Samarinda Kota Sehat

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Samarinda, infosatu.co — Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun menegaskan bahwa Forum Kota Sehat dan Perkumpulan Pemberantasan Tuberklosis Indonesia (PPTI) harus menjadi motor penggerak utama dalam mengatasi tantangan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Samarinda.

Dalam sambutannya pada acara pengukuhan kepengurusan Forum Kota Sehat dan PPTI di Aula Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut Forum Kota Sehat dan PPTI memegang peranan strategis sebagai jembatan koordinasi untuk keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat.

Menurutnya, kedua organisasi ini harus menjadi motor penggerak yang melibatkan pemerintah, organisasi, komunitas kesehatan, dunia usaha, dan elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa Forum Kota Sehat tidak boleh hanya dikenal dari kop surat maupun pertemuan seremonial, tetapi harus dikenal melalui gerakan nyata yang menyentuh masyarakat.

“Organisasi ini harus dinamis, aktif melakukan edukasi, menyelesaikan pemetaan masalah, hingga melakukan monitoring objektif” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menyampaikan bahwa pelantikan yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar agenda seremoni.

“Ini adalah deklarasi niat kita untuk menjaga kualitas kehidupan masyarakat kota,” terangnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Samarinda, terutama di bidang kesehatan lingkungan seperti banjir, sampah, sanitasi, kualitas air, serta perilaku hidup tidak sehat yang masih banyak ditemui di masyarakat.

Menurutnya, tantangan kesehatan lingkungan menjadi domain Forum Kota Sehat, sementara tantangan kesehatan masyarakat seperti tuberkulosis, stunting, penyakit menular, dan penyakit tidak menular menjadi fokus PPTI dan sektor kesehatan.

Karena itu, penyelesaiannya tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan struktural, tetapi memerlukan gerakan masyarakat secara luas.

Selain itu Andi Harun menekankan bahwa Tuberkulosis bukan hanya masalah medis, tetapi masalah sosial, ekonomi, dan kemiskinan.

Oleh sebab itu, ia meminta PPTI untuk menjadi penggerak utama dalam penanganan TB dengan pendekatan agresif melalui deteksi dini, edukasi, pendampingan pasien, hingga penguatan fasilitas layanan kesehatan.

“Tidak boleh ada warga yang merasa sendirian melawan TB,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerukan penguatan Puskesmas sebagai garda terdepan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Para pimpinan Puskesmas, kata Andi Harun, memegang peran penting dalam mengendalikan penyakit menular, tidak menular, dan penyakit berbasis lingkungan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk menjalankan perannya, terutama dalam aspek sanitasi, pengelolaan sampah, dan penyediaan ruang publik yang ramah kesehatan.

Andi Harun mengingatkan betapa pentingnya integrasi data kesehatan. Menurutnya, kebijakan yang tepat hanya dapat dihasilkan dari data yang akurat.

“Jika kita lemah dalam data, maka kita akan lemah dalam penyusunan program, dan pelaksanaannya pun tidak akan efektif,” terangnya.

Selain perubahan sistem, Andi Harun menyebut bahwa tantangan nyata di lapangan adalah mengubah perilaku dan mematahkan stigma negatif yang berkaitan dengan penyakit tertentu, termasuk TB.

Ia meminta adanya program quick wins yang berdampak cepat dan langsung bagi masyarakat.

Pada akhir sambutannya, Andi Harun kembali mengingatkan bahwa kota sehat adalah warisan berharga bagi generasi mendatang.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus menjadi fasilitator bagi Forum Kota Sehat dan PPTI dalam menjalankan program-program kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Mari kita wujudkan Samarinda bukan hanya sebagai kota yang hidup, tetapi kota yang menyehatkan warganya,” tegas Andi Harun.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada seluruh peserta. “Kesehatan adalah kekayaan yang sejati, bukan sekadar emas dan harta. Itulah yang harus kita jaga bersama,” tutup Andi Harun, Rabu 10 Desember 2025.

 

Related posts

Pemudik Pilih Berangkat Lebih Dini Demi Antisipasi Perubahan Jadwal Lebaran

Rizki

2 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Samarinda Dapat Remisi, Bebas di Hari Idulfitri 2026

Rizki

Terminal Lempake Tetap Buka Saat Idulfitri 2026, Layanan Bus Disiagakan untuk Penumpang

Rizki

You cannot copy content of this page