Jakarta, infosatu.co – Putera Sampoerna Foundation (PSF) meluncurkan kampanye nasional bertajuk #StandWithTeachers dalam momentum Hari Guru Nasional.
Kampanye ini mengajak publik melihat guru sebagai manusia yang juga berhak bermimpi, berkembang, dan memiliki masa depan yang sejahtera, bukan semata-mata sosok yang mengajar di ruang kelas.

PSF menilai bahwa kontribusi guru sebagai “arsitek semua profesi” tidak sebanding dengan kondisi kesejahteraan yang masih jauh dari ideal.
Data IDEAS (Institute for Demographic and Poverty Studies) menunjukkan fakta mencolok terkait realitas ekonomi guru di Indonesia:
42,4 persen guru berpenghasilan di bawah Rp 2 juta per bulan; 74 persen guru honorer menerima gaji di bawah UMK; 20 persen guru menerima kurang dari Rp 500.000 per bulan dan 60 persen guru belum mendapatkan pelatihan berkelanjutan.
Fakta ini memperlihatkan kesenjangan besar antara tingginya ekspektasi publik terhadap guru dan minimnya dukungan nyata terhadap profesi yang menjadi fondasi masa depan bangsa.
Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menjelaskan bahwa kampanye #StandWithTeachers bertujuan mendorong publik bergerak dari sekadar mengucapkan terima kasih menjadi dukungan yang berdampak.
“Guru adalah arsitek semua profesi, tetapi realitas kesejahteraan dan akses pengembangan mereka masih jauh dari ideal. Melalui kampanye #StandWithTeachers, kami mengajak masyarakat untuk berdiri bersama para guru, memberikan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh, berkarya, dan juga mengejar mimpi pribadinya,” ujar Elan beberapa waktu lalu.
Kampanye ini menyoroti bahwa guru sering dipuji atas dedikasinya dalam membentuk masa depan murid, namun jarang mendapat ruang untuk mengembangkan mimpi pribadi maupun peluang ekonomi yang layak untuk dirinya sendiri.
Melalui video kampanye “Letters They Never Hear”, PSF menampilkan pesan-pesan terima kasih dari murid yang kini telah dewasa.
Video tersebut menjadi pengingat bahwa dampak guru sering baru terlihat di masa depan, meski sehari-hari mereka mengajar tanpa mengetahui seberapa jauh peran mereka mengubah hidup seseorang.
Salah satu sosok dalam kampanye ini adalah Risky Darma Ramadan, guru SDN 2 Koya Barat, Jayapura.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya pelatihan, Risky tetap bertahan mengajar sambil mencari cara memperbaiki kesejahteraan keluarganya.
Ia bergabung dalam program Guru Binar PSF pada tahun 2022 dan mulai menemukan ruang baru untuk berkembang.
Pelatihan pengalaman ajar aktif, media pembelajaran interaktif, hingga literasi digital membuat Risky mampu membuka kelas pelatihan daring untuk sesama guru di seluruh Indonesia.
Melalui pengalaman ini, Risky mampu menambah penghasilan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolahnya.
Ia kini menjadi Guru Binar Ambassador dan menjadi narasumber nasional untuk pelatihan guru.
“Dulu saya pikir peran saya sebagai guru cuma di kelas. Setelah ikut pelatihan PSF, saya sadar keterampilan mengajar bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih besar,” katanya.
“Sekarang saya bisa tetap mengajar sambil meningkatkan kualitas hidup keluarga saya,” ungkap Risky.
Dampak kehadirannya terasa nyata. Murid menjadi lebih percaya diri menghadapi ujian nasional, alumni mulai melanjutkan pendidikan tinggi, dan guru lain di sekolahnya mulai termotivasi untuk belajar.
#StandWithTeachers bukan kampanye seremonial, melainkan gerakan panjang untuk mengubah cara bangsa memandang profesi guru.
PSF mengajak publik untuk membagikan kisah guru inspiratif melalui kompetisi media sosial, mengangkat narasi guru melalui kolaborasi dengan figur publik, mendukung ruang pengembangan bagi guru melalui pelatihan, akses ekonomi, dan pengembangan diri
“Tahun ini kami ingin menyoroti bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi individu yang punya aspirasi, kreativitas, dan potensi ekonomi. Ketika guru didukung untuk berkembang, kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda ikut menguat,” jelas Elan.
Putera Sampoerna Foundation (PSF) merupakan institusi bisnis sosial pertama di Indonesia, fokus pada pengembangan pendidikan berkualitas.
Selama lebih dari 20 tahun, PSF memberikan intervensi pendidikan melalui program pelatihan, beasiswa, serta Sampoerna School System, sebuah sistem pendidikan berbasis kurikulum internasional.
PSF telah memberikan 43.000 beasiswa, menjangkau 33.661 guru dan kepala sekolah, melayani 416.109 siswa, melibatkan 109.560 orang tua hingga mendampingi 152 sekolah di seluruh Indonesia.
Melalui kampanye #StandWithTeachers, PSF menegaskan bahwa kesejahteraan guru adalah pondasi masa depan Indonesia.
Dukungan kepada guru bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi investasi untuk masa depan bangsa.
