Samarinda, infosatu.co – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengintensifkan kolaborasi dengan sektor swasta, perbankan, serta pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas wisata Labuan Cermin di Kabupaten Berau.

Langkah ini dilakukan melalui skema kerja sama strategis, menyusul keterbatasan ruang fiskal daerah pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan pengembangan sarana dan prasarana wisata tidak lagi bisa hanya bergantung pada APBD.
Melalui kemitraan CSR dan dukungan BUMN, kebutuhan infrastruktur prioritas di lokasi wisata dapat terpenuhi lebih cepat.
“Kami berkolaborasi dengan Dispar di kabupaten serta pemangku kepentingan seperti perbankan, perusahaan swasta atau BUMN untuk menentukan apa yang bisa dikerjasamakan,” ujar Ririn usai kegiatan Bincang-Bincang Wisata di Samarinda, Minggu, 7 Desember 2025.
Menurut Ririn, setiap destinasi memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan karakter dan tipologi wilayah.
Karena itu, penguatan fasilitas dilakukan berdasarkan pemetaan langsung di lapangan, bukan pendekatan program umum yang seragam.
“Keterlibatan BUMN dan perusahaan swasta melalui dana CSR diharapkan mampu menutup celah kebutuhan infrastruktur yang mendesak,” jelasnya.
Selain kolaborasi kemitraan, Dispar Kaltim juga mengalokasikan dana dekonsentrasi untuk Dinas Pariwisata Berau yang diarahkan khusus untuk penguatan promosi digital destinasi Labuan Cermin.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk produksi konten video berkualitas tinggi agar potensi Labuan Cermin menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
“Ini strategi agar narasi pariwisata Kaltim tidak hanya berbasis event, tetapi visualisasi kekuatan alam yang dimiliki,” kata Ririn.
Secara status pengembangan, Labuan Cermin telah masuk kategori destinasi wisata maju.
Pengelola dinilai adaptif terhadap digitalisasi, mulai dari promosi media sosial, sistem tiket masuk, hingga manajemen kunjungan.
Ririn menjelaskan bahwa kelengkapan fasilitas yang ada saat ini perlu dilengkapi dengan sentuhan peningkatan kualitas, termasuk kenyamanan akses jalan menuju kawasan wisata.
“Sebagian besar akses jalan sudah baik, namun tetap memerlukan peningkatan pada beberapa ruas agar wisatawan semakin nyaman,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim menerapkan skala prioritas pembangunan yang lebih ketat untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
Perbaikan sapras wisata dinilai sebagai investasi langsung karena memberi dampak pada arus kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat lokal.
Selain itu, Dispar Kaltim juga memperkuat pendekatan economic sharing dalam pariwisata dengan melibatkan UMKM lokal melalui program pembinaan bersama perbankan dan Bank Indonesia.
“Kami menyusun prioritas agar setiap rupiah anggaran mampu memberikan dampak maksimal bagi pariwisata,” pungkas Ririn.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Labuan Cermin sebagai salah satu ikon pariwisata Kaltim, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat setempat melalui pertumbuhan ekonomi berbasis destinasi alam.
