Samarinda, infosatu.co – Imlek 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, pasalnya jelang perayaan Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) besok akan digelar di tengah pandemi Covid-19.

Dari pantauan infosatu.co, sehari sebelum perayaan Imlek 2021, Klenteng Thien Ie Kong Samarinda di Jalan Yos Sudarso terlihat sepi pengunjung, tidak banyak umat tionghoa yang beribadah. Bahkan terlihat hanya satu etnis tionghoa dengan khusyuk melakukan ritual sembahyang.
Rupanya, Klenteng Thien Ie Kong sudah mensosialisasikan pembatasan pengunjung semenjak dua minggu lalu. Spanduk pemberitahuan terpampang besar di depan kelenteng yang dibangun pada 1905.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang pengurus Klenteng Thien Ie Kong Hensen saat ditemui infosatu.co, Kamis (11/2/2021).
Menurutnya, Imlek tahun ini dirayakan dengan penuh kesederhanaan.
“Jadi kita rayakan dengan penuh kesederhanaan dan umat kebanyakan tidak menerima tamu hanya keluarga saja. Sosialisasi juga sudah kita mulai sejak dua minggu lalu sehingga umat tidak kaget lagi,” jelas Hensen.
Pembatasan umat pun dilaksanakan dengan hanya menerima pengunjung sekitar 50 persen dari biasanya, kapasitas ruangan pun hanya 15 orang saja.
Jika tahun-tahun sebelumnya pengunjung Klenteng Thien Ie Kong sekitar 1.000-2.000 orang, diperkirakan Hensen tahun ini hanya sekitar ratusan saja.
“Kapasitas ruangan itu kita jaga agar tidak ada keramaian, tentunya dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19. Umat sendiri tidak ada yang protes terhadap pembatasan ini mereka penuh kesadaran,” paparnya.
Tidak ada seremonial ibadah dengan menghadirkan banyak orang, dibatasi hanya pengurusnya saja yang menghadiri acara seremonial. Ini upaya klenteng agar tidak terjadi penumpukan massa.
Ditegaskan Hensen, jika Klenteng Thien Ie Kong akan dibuka mulai pukul 05.00-19.00 Wita. Pada jam yang sudah diterbitkan tersebut, umat dipersilakan memilih waktu untuk beribadah.
“Jadi antara pukul 05.00-19.00 Wita itu umat bebas memilih waktu untuk datang beribadah dan kalau rangkaian ibadah tidak ada,” urainya. (editor: irfan)
