infosatu.co
KPU SAMARINDA

Terus Sosialisasi Demi 77,5 Persen

Penulis : Achmad : Editor : Irfan

Samarinda, infosatu.co– Tiga bulan jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda denagn dukungan Relawan Demokrasi (Relasi) terus menggencarkan kampanye demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilih mereka.

Seperti diketahui, tingkat partisipasi pemilih di Samarinda masih sangat rendah, khususnya pada saat pemilihan wali kota dan wakil wali kota pada 2015. Lima tahun lalu, angka partisipasi pemilih di ibu kota provinsi itu justru berada di bawah 50 persen, atau tepatnya hanya 43 persen.

Komisioner KPU Samarinda Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Najib mengatakan, beberapa pekan terakhir ini mereka mulai gencar melakukan sosialisasi terkait pentingnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak suara mereka.

“Kami ingin mengajak warga Samarinda lebih memahami betapa pentingnya menggunakan hak pilih. Kami sangat berharap pada Rabu, 9 Desember nanti semakin banyak warga Samarinda datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih mereka dengan sebaik-baiknya,” kata Najib usai menjadi narasumber sosialisasi Pilkada Samarinda 2020 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda, Senin (7/9/2020).

Untuk melakukan sosialisasi ini, KPU tidak berjalan sendiri. Kerja mereka sangat terbantu dengan kehadiran Relasi dengan berbagai basisnya. Mulai basis pemilih pemula, muda, keluarga, marginal, berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, perempuan, keagamaan, komunitas dan warganet.
Kampanye yang giat dilakukan ke berbagai basis ini sambung Najib, diharapkan bisa memenuhi target tingkat partisipasi pemilih secara nasional 77,5 persen. “Kami akan bekerja keras dan dengan dukungan masyarakat, kita akan mampu mencapai target 77,5 persen,” tegas Najib.

Sementara terkait, sosialisasi di Lapas Kelas IIA Samarinda, Najib menjelaskan target sosialisasi ini adalah untuk meyakinkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar menggunakan hak pilih mereka di hari pencoblosan. Pada kesempatan itu, komisioner KPU berlatar jurnalis itu juga menjelaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.
“Prinsipnya kami ingin mengajak seluruh warga binaan agar tetap semangat dan tetap menggunakan hak pilih demi ikut menentukan pemimpin Kota Samarinda lima tahun ke depan,” jelasnya.

Kesehatan menjadi sangat penting di masa pandemi ini kata Najib. Sebab meski sudah memiliki hak suara, sudah memiliki keinginan, tetapi pada hari H ternyata sakit, tentu akan merepotkan, meski hak pilih masih bisa tetap digunakan.


“Yang penting bapak-bapak semua sehat. Dan pada 9 Desember nanti bisa hadir di bilik suara untuk menggunakan hak pilih ya,” tukas Najib, sontak dijawab dengan sahutan “siapppp” oleh peserta sosialisasi yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Warga binaan pun diimbau tetap menggunakan masker saat datang ke TPS, menjaga jarak aman, dan tidak berkerumun untuk menghindari kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 di TPS.

Sementara itu, Kepala Urusan Umum (Kaur) Umum Lapas Kelas IIA Samarinda Hidayatullah menyatakan pihaknya sangat gembira karena warga binaan bisa mendengarkan penjelasan terkait pemilihan wali kota dan wakil wali kota Samarinda langsung dari Komisioner KPU Samarinda dan para anggota Relasi.

“Kami sangat bersyukur karena sosialisasi bisa dilaksanakan di sini. Semoga tingkat kesadaran warga binaan untuk memilih terus meningkat dan mereka juga paham pentingnya protokol kesehatan, termasuk saat hari pencoblosan nanti,” kata Hidayatullah.

Related posts

PKPU Nomor 3 Tahun 2025, Mengutamakan Perempuan dalam Mekanisme PAW

Dhita Apriliani

KPU Samarinda Sosialisasikan Mekanisme Pergantian Antarwaktu Anggota DPRD

Dhita Apriliani

Partisipasi di Pilkada Naik 8 Persen, Begini Kata KPU Samarinda

Emmy Haryanti

You cannot copy content of this page