infosatu.co
Lifestyle

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Perut Kosong, Bisa Picu Asam Lambung Naik

Teks: Ilustrasi minuman yang tidak dianjurkan saat perut kosong. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi, segelas jus atau minuman manis tanpa terlebih dahulu mengonsumsi makanan.

Padahal, beberapa jenis minuman dapat memberikan efek yang kurang baik jika diminum saat perut masih kosong, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif atau gangguan metabolisme.

Dalam kondisi perut kosong, produksi asam lambung tetap berlangsung meski belum ada makanan yang dicerna. Minuman tertentu dapat merangsang produksi asam lambung, menyebabkan lonjakan gula darah, atau memicu iritasi pada saluran pencernaan.

Meski demikian, efeknya dapat berbeda pada setiap orang. Pada individu yang sehat, beberapa minuman mungkin tidak menimbulkan masalah.

Namun, bagi mereka yang memiliki penyakit asam lambung (GERD), gastritis, diabetes, atau gangguan pencernaan lainnya, membatasi konsumsi minuman tertentu saat perut kosong dapat membantu mencegah keluhan.

Berikut lima minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong.

1. Kopi

Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk mengawali aktivitas. Kandungan kafein di dalamnya memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.

Namun, mengonsumsi kopi saat perut kosong dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu nyeri ulu hati, mual, perut tidak nyaman, hingga memperburuk gejala refluks asam lambung atau GERD.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres, terutama pada pagi hari ketika kadarnya memang sedang tinggi secara alami.

Jika tetap ingin minum kopi, sebaiknya konsumsi setelah sarapan atau camilan ringan.

2. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung karbonasi yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung sehingga memicu kembung dan sendawa.

Sebagian besar minuman bersoda juga mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, bahkan satu kaleng berukuran 330 mililiter dapat mengandung sekitar 35–39 gram gula, mendekati atau bahkan melampaui batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan untuk wanita.

Kombinasi karbonasi dan gula tinggi membuat minuman ini kurang ideal dikonsumsi saat perut kosong.

3. Jus Buah Kemasan

Meski mengandung vitamin, jus buah kemasan sering kali memiliki tambahan gula dalam jumlah cukup tinggi dan kandungan serat yang lebih rendah dibanding buah utuh.

Tanpa makanan lain di dalam lambung, gula dari jus akan diserap lebih cepat sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes.

Sebagai pilihan yang lebih sehat, konsumsi buah utuh atau pilih jus tanpa tambahan gula bersamaan dengan makanan.

4. Minuman Berenergi

Minuman berenergi umumnya mengandung kombinasi kafein, gula, dan zat stimulan lainnya.

Saat diminum ketika perut kosong, kombinasi tersebut dapat meningkatkan detak jantung, menyebabkan rasa gelisah, meningkatkan tekanan darah sementara, serta memicu iritasi lambung pada sebagian orang.

Kandungan gula dalam satu kaleng minuman berenergi juga dapat mencapai 25–30 gram, tergantung mereknya.

5. Minuman Berkadar Asam Tinggi

Minuman seperti jus jeruk, jus lemon, atau minuman dengan tambahan cuka apel memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.

Bagi sebagian orang, terutama penderita gastritis atau GERD, minuman tersebut dapat memperburuk rasa perih di lambung, memicu nyeri ulu hati, atau menyebabkan sensasi panas di dada.

Meski kaya vitamin C, sebaiknya minuman ini dikonsumsi setelah makan agar risiko iritasi lambung lebih kecil.

Minuman Apa yang Lebih Aman Dikonsumsi Saat Perut Kosong?

Ahli gizi umumnya merekomendasikan air putih sebagai pilihan terbaik untuk diminum setelah bangun tidur. Air putih membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah berpuasa selama tidur dan mendukung fungsi metabolisme.

Selain air putih, susu rendah lemak atau minuman hangat tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, selama tidak memiliki intoleransi laktosa atau kondisi medis tertentu.

Jangan Hanya Perhatikan Minumannya

Selain memilih jenis minuman, penting juga untuk tidak melewatkan sarapan. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta memberikan energi lebih lama sepanjang hari.

Jika Anda sering mengalami nyeri lambung, mual, kembung, atau rasa panas di dada setelah mengonsumsi minuman tertentu saat perut kosong, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Keluhan yang berulang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Related posts

6 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula, Jangan Diabaikan sebelum Terlambat

Rizki

Disdag Terus Cari Terobosan agar Pasar Pagi Samarinda Kembali Ramai Pengunjung

Emmy Haryanti

7 Makanan yang Diam-Diam Mengandung Gula Tinggi

Rizki