Bontang, infosatu.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta seluruh ketua RT memperbarui data warga secara aktif guna memastikan penyaluran bantuan sosial dan jaminan kesehatan tepat sasaran.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci dalam menentukan kebijakan, khususnya untuk menjangkau warga yang kehilangan pekerjaan maupun yang masih tinggal di rumah sewa.
“Saya minta seluruh ketua RT mencatat secara detail kondisi warganya. Pastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” katanya saat kunjungan kerja ke Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menekankan, Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp300 ribu per bulan bagi keluarga penerima manfaat serta perlindungan BPJS harus diberikan secara tepat.
“Tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” ujarnya.
Selain isu sosial, Wali Kota Neni juga menyoroti penanganan stunting di wilayah tersebut yang tercatat mencapai 162 kasus. Ia meminta pendataan dilakukan secara rinci berbasis nama dan alamat agar intervensi bisa dilakukan lebih efektif.
“Target kita zero stunting. Intervensi harus dimulai sejak masa kehamilan, dengan pemenuhan gizi yang cukup,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah dilakukan pihak kelurahan dengan dunia usaha dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Bontang memastikan pembangunan polder akan segera dilakukan untuk mengatasi banjir rob yang kerap terjadi di sejumlah titik, khususnya di RT 20 dan RT 32.
Wali Kota Neni juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan melalui peningkatan patroli malam guna mencegah gangguan ketertiban serta peredaran narkoba.
“Peran RT sangat penting, bukan hanya dalam pendataan, tapi juga menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Adv)
