Samarinda, infosatu.co – Pemandangan menyejukkan terlihat di tengah memanasnya Aksi 214 Jilid II di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Senin, 4 Mei 2026.
Setelah sempat terjadi ketegangan saat massa menembus gerbang, ribuan demonstran dan aparat kepolisian justru menunjukkan sisi humanis dengan melaksanakan salat Magrib berjemaah di atas aspal halaman kantor.
Momen ini menjadi titik balik meredanya ketegangan setelah massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan buruh berhasil merangsek masuk ke area dalam gedung. Alih-alih melanjutkan konfrontasi, kedua belah pihak memilih untuk bersimpuh bersama saat azan Maghrib berkumandang.
Tanpa sekat, massa aksi dan aparat membentuk saf salat secara berdampingan.
Dalam pantauan di lapangan, terlihat seorang mahasiswa bertindak sebagai imam, sementara seorang anggota kepolisian membantu memegangi mikrofon agar suara imam dapat terdengar hingga ke barisan belakang.
Di sela-sela persiapan salat, terdengar arahan melalui pengeras suara yang mengajak seluruh massa untuk menjaga ketertiban.
“Silakan yang ingin melaksanakan salat, kita rapikan barisan. Aparat dan massa, kita salat berjemaah. Tetap jaga kondusivitas,” terdengar dari pengeras suara di lokasi.
Di sekitar lokasi, perlengkapan aksi seperti tameng aparat dan helm terlihat tergeletak, berdampingan dengan botol air mineral yang digunakan untuk berwudu.
Momen tersebut menjadi gambaran kontras antara ketegangan aksi dan nilai kebersamaan yang muncul sesaat.
Usai pelaksanaan salat, massa kembali melanjutkan aksi dengan tertib. Mereka tetap menyuarakan tuntutan utama, salah satunya meminta agar pembahasan hak angket di DPRD Kaltim disiarkan secara langsung agar dapat diakses publik.
Selain itu, massa juga menyuarakan isu kesejahteraan buruh dan keselamatan pendidikan di Kaltim.
Sebelumnya, Humas Aksi dari BEM KM Universitas Mulawarman Bella Monica mengatakan tuntutan massa agar pembahasan hak angket di DPRD Kaltim dapat disiarkan secara langsung kepada publik.
“Kami minta pembahasan hak angket disiarkan secara langsung agar seluruh masyarakat bisa mengawasi prosesnya,” ujarnya di tengah aksi.
Diketahui, DPRD Kaltim menjadwalkan rapat konsultasi pimpinan pada Senin malam pukul 19.00 Wita, dengan agenda membahas tuntutan masyarakat yang tergabung dalam Aksi 214.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di halaman DPRD Kaltim terpantau kondusif. Massa masih bertahan sambil menunggu hasil rapat dewan yang diharapkan dapat menjawab tuntutan yang disampaikan sejak siang hari.
