infosatu.co
KUKAR

PEP Sangasanga Field Rawat 120 Hektare Hutan Mangrove Melalui CSR Ekoparian SHL

Kukar, infosatu.co – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field kembali meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan untuk pemberdayaan masyarakat.

Kali ini, melalui program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari (SHL) yang berada di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Program ini difokuskan pada pengelolaan kawasan sempadan sungai yang dilengkapi dengan infrastruktur hijau untuk pengolahan air limbah.

Hal ini sekaligus berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan edukasi bagi masyarakat setempat. Program ini merupakan transformasi dari konsep sebelumnya, yakni Ekowisata SHL.

Pengembangan dalam ekoparian mencakup zona penyangga dengan agroforestri sederhana dan pembibitan.

Kemudian, zona pengembangan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan ekowisata dan sosial serta zona pengolahan air limbah yang dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Keberadaannya dinilai mampu beradaptasi terhadap pasang surut air sungai untuk menjaga kualitas air. Konsep ini berawal dari kondisi perambahan lahan yang berubah menjadi pemukiman di kawasan Sungai Hitam Samboja yang mempengaruhi habitat bekantan dan kondisi lingkungan.

Program Ekoriparian SHL berhasil merawat 120 hektar hutan mangrove yang mampu menyerap 265,48 ton CO2eq per tahun, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang diterapkan berhasil menurunkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) menjadi 3 mg/liter, Chemical Oxygen Demand (COD) menjadi 3,1 mg/liter, serta menghasilkan lumpur sebesar 4.734 kg per tahun.

Hasil ini menunjukkan efektivitas pengolahan limbah dalam menjaga kualitas air, sehingga lebih aman bagi lingkungan dan sungai.

Senior Field Manager PEP Sangasanga Field Sigid Setiawan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari inovasi sosial perusahaan yang bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami mengimplementasikan inovasi sosial dan lingkungan dalam program CSR perusahaan agar memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Sigid.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah untuk keberhasilan program ini.

Sementara itu, Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah menambahkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan, tetapi juga meningkatkan kapabilitas masyarakat.

“Sebanyak 88 orang terlibat dalam berbagai kelompok seperti IPAL, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), UMKM SHL, dan UMKM Kuala Samboja, yang kesemuanya mengalami peningkatan kemampuan,” ucap Elis.

Ia juga menjelaskan penerapan sembilan IPAL terapung berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menghilangkan stigma tentang tidak pentingnya penggunaan IPAL.

Ketua Pokdarwis Sungai Hitam Lestari Aidil Amin menjelaskan bahwa wisata susur sungai yang dikembangkan berhasil memberikan pendapatan kelompok hingga Rp87 juta per tahun.

“UMKM SHL melalui penjualan produknya juga mampu meraih pendapatan Rp 17.500.000 per tahun. Penggunaan panel surya dalam program ini turut menghemat biaya listrik hingga Rp1.200.000 per tahun. Selain itu, UMKM yang bekerja sama dengan tiga UMKM Kuala Samboja berhasil meningkatkan pendapatan sebesar Rp100.000 per bulan,” tandasnya.

Related posts

Seno Aji: Semangat Perjuangan Sanga-Sanga Harus Diwujudkan Dalam Kerja Nyata

Andika

Soroti Polarisasi dan Politik Uang, Sekjen Tidar Kukar Nilai Positif Pilkada Lewat DPR

Emmy Haryanti

Pertamina Perkenalkan Program Pengelolaan Limbah, Terintegrasi Budidaya Pertanian Ketahanan Pangan

Rizki

You cannot copy content of this page