Samarinda, Infosatu.co – Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kualitas udara, termasuk bagi mereka yang tetap ingin berolahraga di luar ruangan.
Asap karhutla dapat membawa partikel pencemar yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Salah satunya PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, PM2.5 dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikulat tersebut dapat masuk ke paru-paru dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Kondisi tersebut bukan berarti masyarakat harus berhenti melakukan aktivitas fisik. Namun, olahraga perlu disesuaikan dengan kualitas udara agar manfaat aktivitas fisik tidak justru diikuti risiko akibat paparan polusi.
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum berolahraga di tengah situasi karhutla.
1. Cek kualitas udara sebelum berolahraga
Sebelum berlari, bersepeda, bermain futsal atau melakukan aktivitas fisik lainnya di luar ruangan, biasakan memeriksa kondisi kualitas udara terlebih dahulu.
Informasi kualitas udara dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah olahraga outdoor masih layak dilakukan. Jika kualitas udara memburuk atau asap mulai terlihat pekat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi atau ditunda.
2. Kurangi olahraga berat di luar ruangan
Olahraga dengan intensitas tinggi membuat tubuh bernapas lebih cepat dan dalam. Akibatnya, volume udara yang masuk ke paru-paru juga meningkat.
Ketika udara mengandung banyak polutan akibat asap karhutla, kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan terhadap partikel pencemar. Karena itu, latihan seperti lari jarak jauh, sprint atau kardio dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dipaksakan ketika kualitas udara sedang buruk.
Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara dan menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi dampak paparan asap karhutla.
3. Alihkan olahraga ke dalam ruangan
Ketika kualitas udara tidak memungkinkan untuk berolahraga di luar, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan di dalam ruangan.
Latihan kekuatan, stretching, yoga, senam, latihan mobilitas hingga treadmill dapat menjadi alternatif untuk mempertahankan rutinitas olahraga.
Namun, kondisi udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan. Pastikan ruangan tidak dipenuhi asap dari luar dan memiliki kondisi udara yang cukup baik.
4. Sesuaikan durasi dan intensitas latihan
Jika kualitas udara belum terlalu buruk tetapi kondisi lingkungan mulai terpengaruh asap, durasi maupun intensitas latihan dapat dikurangi.
Aktivitas yang biasanya dilakukan dengan intensitas tinggi dapat diganti dengan latihan ringan hingga sedang. Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan manfaat aktivitas fisik tanpa terlalu lama terpapar kondisi udara yang kurang baik.
Kementerian Kesehatan RI tetap mendorong masyarakat melakukan aktivitas fisik secara rutin sebagai bagian dari penerapan pola hidup sehat.
5. Perhatikan tanda-tanda dari tubuh
Jangan memaksakan latihan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala tertentu.
Batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata perih, dada terasa tidak nyaman, sesak napas atau rasa lelah yang tidak biasa dapat menjadi tanda untuk menghentikan aktivitas.
Segera beristirahat dan mencari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik apabila keluhan muncul saat berolahraga.
Masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan, juga perlu lebih berhati-hati dalam menentukan aktivitas fisik di tengah kondisi udara yang buruk.
6. Masker bukan alasan untuk tetap berolahraga berat
Masker dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikulat ketika berada di lingkungan berasap. Namun, penggunaan masker tidak berarti seseorang dapat dengan aman melakukan olahraga berat di tengah kualitas udara yang buruk.
Jika kondisi udara sudah tidak sehat, pilihan yang lebih bijak adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memindahkan latihan ke tempat yang kualitas udaranya lebih baik.
Tetap Aktif, tetapi Jangan Abaikan Kualitas Udara
Olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, di tengah situasi karhutla, rutinitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas, memilih lokasi yang lebih aman, mengurangi intensitas latihan dan beralih ke olahraga indoor dapat menjadi pilihan ketika kualitas udara memburuk.
Dengan begitu, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan pernapasan.
Intinya, tetap aktif, tetapi jangan memaksakan olahraga outdoor ketika kualitas udara sedang tidak bersahabat.
