Samarinda, Infosatu.co – Penurunan angka kemiskinan di Kota Samarinda menjadi 3,45 persen dinilai sebagai hasil kolaborasi berbagai program bantuan sosial antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota.
Kepala Dinsos PM Samarinda Mochammad Arif Surochman mengatakan angka tersebut merupakan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan dari 4,3 persen pada tahun sebelumnya.
“Data terakhir yang kami terima dari BPS menunjukkan angka kemiskinan menjadi 3,45 persen. Ini merupakan perkembangan yang cukup positif,” ujarnya.
Menurut Arif, keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang program bantuan sosial dari APBD Kota Samarinda, tetapi juga melalui sinergi dengan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya dijalankan secara terpadu dengan memastikan data penerima tepat sasaran.
“Kami berkolaborasi agar seluruh program bisa saling melengkapi dalam menyelesaikan persoalan sosial,” katanya.
Arif menjelaskan, proses pemutakhiran data menjadi salah satu faktor penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Dinsos PM Samarinda terus melakukan verifikasi dan validasi data penerima bersama pemerintah pusat serta perangkat daerah lainnya untuk meminimalkan kesalahan sasaran.
Selain bantuan sosial, pemerintah juga mendorong pengurangan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan perlindungan sosial.
“Langkah ini dinilai mampu meningkatkan daya tahan ekonomi keluarga sehingga masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan,” pungkasnya.
