Samarinda, Infosatu.co – Pawai Pembangunan yang selama ini menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Samarinda dipastikan tidak digelar pada perayaan HUT RI ke-81 tahun ini.
Peniadaan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian rangkaian peringatan kemerdekaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda Yosua Laden mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Meski demikian, pawai masih terbuka untuk kembali digelar pada tahun berikutnya apabila kondisi anggaran memungkinkan.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali. Karena tahun ini kita betul-betul melakukan efisiensi, khususnya untuk anggaran kegiatan seremonial,” ujar Yosua, Rabu, 12 Agustus 2026.
Meski Pawai Pembangunan ditiadakan, upacara peringatan detik-detik Proklamasi tetap dilaksanakan. Tahun ini, upacara dijadwalkan berlangsung di Gor Segiri Samarinda.
Tak hanya berimbas pada peniadaan gelaran pawai, konsep pelaksanaan upacara juga disesuaikan dengan kebijakan efisiensi. Salah satunya melalui pengurangan jumlah peserta dan tamu undangan.
Jika pada tahun sebelumnya jumlah undangan mencapai lebih dari 500 orang, tahun ini Pemkot Samarinda memangkasnya menjadi sekitar 350 orang.
Undangan diprioritaskan bagi unsur yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan maupun sejarah perjuangan kemerdekaan. Di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta istri, mantan wali kota dan wakil wali kota, anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, orang tua anggota Paskibraka, serta veteran.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Masa karantina yang sebelumnya berlangsung selama 14 hari dipangkas menjadi tujuh hari.
Sementara untuk pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka dijadwalkan berlangsung malam ini di Hotel Five Premiere Samarinda.
Untuk agenda ziarah ke makam pahlawan, pelaksanaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan ziarah ke Makam La Mohang Daeng Mangkona di Kecamatan Samarinda Seberang tidak masuk dalam rangkaian HUT RI tahun ini.
Yosua menjelaskan, ziarah ke makam La Mohang Daeng Mangkona berkaitan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Samarinda sehingga memiliki agenda tersendiri.
Dengan demikian, sejumlah kegiatan yang biasanya hadir dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tidak seluruhnya dilaksanakan pada tahun ini.
Meski rangkaian kegiatan dikurangi, Pemkot Samarinda tetap mengajak masyarakat menyemarakkan HUT ke-81 RI secara mandiri. Warga diimbau memasang bendera Merah Putih dan dekorasi bernuansa kemerdekaan di rumah, lingkungan permukiman, perkantoran, hingga fasilitas publik.
Yosua menilai keterbatasan anggaran tidak semestinya mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan.
