Samarinda, Infosatu.co – Kebakaran lahan bekas galian tambang batu bara di Perumahan Talang Sari, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, kembali muncul pada Jumat, 25 September 2026. Api yang sempat dipadamkan sejak Selasa, 22 September 2026 lalu itu kembali menyala dan merambat hingga mencakup tiga RT.
Plt Lurah Tanah Merah Aulia Rahman mengatakan kebakaran terjadi di RT 1, RT 2 dan RT 3 dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 8 hektare.
“Info awal dari RT 1, titik apinya. Kita tidak tahu awal kebakarannya kenapa, kemudian merambat ke RT 3,” ujarnya di lokasi kebakaran.
Menurutnya, lahan yang terbakar memang merupakan lahan kosong namun ada pemiliknya. Kebakaran juga tidak langsung padam sepenuhnya setelah penanganan pada Selasa. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan kembali menyala ketika tertiup angin.
Sementara asap yang muncul tidak terlalu banyak dan biasanya kembali terlihat ketika titik api menyala. Bau menyengat juga muncul saat material batu bara terbakar.
“Kalau terbakar saja bau menyengat, kalau normal tidak,” jelasnya.
Harris, warga Talang Sari Gang Haji Salman RT 3, mengungkapkan api pertama kali terlihat pada Selasa sekitar pukul 11.00 Wita dari arah atas bukit. Saat itu, pemadaman dilakukan bersama BPBD.
“Kalau habis ada angin, dia nyala lima menit, mati. Begitu terus,” kisahnya.
Kondisi tersebut berlangsung selama beberapa hari hingga pada Kamis api disebut sudah tidak terlihat. Namun, pada Jumat sekitar pukul 15.00 Wita, api kembali muncul di bagian bawah kawasan yang terbakar.
Warga sempat melakukan pemadaman secara mandiri dengan menyiramkan air sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Pemadaman oleh Damkar berlangsung sekitar setengah jam.
“Tadi tiba-tiba sudah nyala lagi. Sampai di pohon jambu ini, sudah besar apinya,” sebutnya.
Harris menyampaikan warga mengetahui kawasan tersebut merupakan bekas galian tambang dan masih terdapat batu bara di bawah permukaan. Kondisi itu diduga membuat bara sulit padam dan api kembali muncul.
“Banyak batu bara di bawah. Katanya semakin disiram, semakin nyala,” tuturnya.
Hingga Jumat sore, warga berharap api dapat dipadamkan sepenuhnya karena lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman. Kejadian tersebut merupakan kebakaran pertama yang ia alami selama tinggal di kawasan itu.
“Kami berharap bisa padam sepenuhnya. Kami khawatir juga karena dekat permukiman,” harapnya.
