Bontang, Infosatu.co – Andi M Amri langsung dihadapkan pada pekerjaan besar setelah dipercaya memimpin KONI Kota Bontang periode 2026-2030.
Persiapan menuju Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) pada November di Kabupaten Paser sudah berjalan, sementara kepengurusan baru KONI Bontang belum sepenuhnya terbentuk.
Kondisi tersebut membuat waktu Amri untuk menyiapkan kontingen Bontang terbilang singkat. Ia menyebut idealnya Musyawarah Kota KONI digelar setidaknya tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov, sedangkan saat ini waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan lebih.
Di tengah keterbatasan tersebut, Amri memilih langsung berfokus pada kebutuhan kontingen. Persiapan mulai dari atlet, kepanitiaan, perlengkapan, akomodasi hingga transportasi menjadi bagian yang dikejar menjelang keberangkatan ke Paser.
“Memang momennya sebenarnya tidak tepat buat saya untuk menjadi ketua. Karena mengingat waktunya sangat mepet sekali. Yang seharusnya Musyawarah Kota ini dilaksanakan paling tidak tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov. Nyatanya kan ini menyisakan waktu kurang lebih dua bulan saja,” kata Amri kepada Infosatu.co melalui sambungan telepon, Jumat, 25 September 2026.
Pendataan atlet juga tengah dilakukan. KONI Bontang telah mengundang seluruh cabang olahraga yang menjadi peserta Porprov untuk menyerahkan nama atlet yang akan diberangkatkan. Batas pengumpulan nama atlet ditetapkan pada 30 September 2026.
Selain menyiapkan kontingen, Amri masih memiliki PR lain terkait pembentukan kepengurusan KONI periode 2026-2030.
Tim formatur, kata Amri, telah menggelar rapat untuk menyusun struktur organisasi, tetapi prosesnya belum rampung karena calon pengurus harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Setiap calon pengurus diwajibkan menyerahkan biodata dan curriculum vitae kepada tim formatur. Penempatan dalam struktur akan disesuaikan dengan pengalaman organisasi dan pengalaman di bidang olahraga.
Lebih lanjut, Amri mengatakan terdapat 13 poin persyaratan yang harus dipenuhi calon pengurus. Tim formatur dijadwalkan kembali menggelar rapat untuk memfinalisasi susunan kepengurusan KONI Bontang.
Sembari kepengurusan baru belum terbentuk, Amri masih berkoordinasi dengan pengurus KONI sebelumnya yang masih aktif dan bersedia membantu proses persiapan Porprov.
“Karena saat ini memang belum terbentuk kepengurusan, tetapi saya masih tetap koordinasi dengan teman-teman pengurus lama yang masih aktif dan mau bekerja mendampingi saya mempersiapkan semuanya. Sehingga saya sedikit merasa terbantukan dengan itu,” ungkapnya.
Meski waktu persiapan terbilang pendek, Amri tetap melihat peluang Bontang untuk tampil baik di Porprov Paser. Ia mengandalkan kualitas atlet yang selama ini dibina KONI Bontang untuk menghadapi kompetisi tersebut.
Amri memilih tidak memasang target berlebihan. Baginya, fokus saat ini adalah memastikan seluruh persiapan berjalan dan memberikan dukungan maksimal kepada atlet yang akan membawa nama Bontang.
Amri yakin dengan kualitas atlet yang dimiliki oleh Bontang, meski persiapan sangat pendek, mereka mampu mengikuti Porprov itu dengan baik. Dia berharap hasilnya tetap memuaskan.
“Saya tidak mau muluk terkait dengan target. Tapi kami akan berikan yang terbaik untuk Bontang,” tutup Andi Amri.
