infosatu.co
NASIONAL

DPTPH Kaltim dan DKP3 Bontang Ajak Petani di Bontang Kembangkan Pangan Organik

Bontang, infosatu.co – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang gelar sosialisasi pengembangan pangan organik di Kelompok Tani Flora Lestari, Bontang Lestari.

Kegiatan ini diikuti Kelompok Tani Agro Lestari dengan tujuan sebagai pengawasan mutu pangan segar di Kota Bontang.

Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Debora Kristiani mengatakan bahwa pihaknya memfasilitasi dengan menghadirkan kelompok tani untuk meyampaikan sosialisasi ini kepada para petani di daerah Bontang Lestari.

Sosialisasi ini diharapkan bisa mengembangkan pangan organik di Kota Bontang khususnya Kelompok Tani Agro Lestari. Sebab menurutnya, kelompok tani ini mengembangkan komunitas hortikultura dan itu sangat berpostensi mengembangkan pangan organik.

Lanjutnya, hortikultura ini produksinya hampir setiap hari dan itu pastinya dikonsumsi oleh masyarakat luas. Ia pun berkeinginan agar produk pertanian dari petani itu bisa dijamin keamanannya.

“Aman dalam hal ini yaitu terhindar dari bahan kimia. Kan bahan kimia itu bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga mempengaruhi tanah,” jelasnya.

Selanjutnya, tentu saja penggunaan yang berlebihan dapat merusak sistem lingkungan ekologi yang ada. Ini juga berpengaruh pada kelompok tani, penggunaan bahan kimia yang berlebihan mempengaruhi kesehatan mereka karena paparan tadi.

“Semoga pangan yang diproduksi para petani Kota Bontang ramah lingkungan, kalau bisa nanti dikembangkan menjadi organik,” urainya.

Sementara itu, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DPTPH Kaltim Fachrudin mengatakan bahwa sosialisasi ini baru saja diadakan di Kota Bontang.

“Kemarin provinsi sudah melaksanakannya di Penajam Paser Utara (PPU). Harapan kita seluruh kabupaten di Kaltim bisa tersosialisasikan kegiatan ini. Sebab pangan organik sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Sebenarnya produk-produk luar sudah banyak yang bersifat organik, apalagi nantinya di Kaltim akan menghadapi persaingan komoditi pertanian dengan mereka,” bebernya kepada infosatu.co. (Editor: Irfan)

Related posts

Indonesia-China Bentuk Aliansi Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri

Emmy Haryanti

Kemenimipas Amankan 346 WNA Hasil Operasi Wirawaspada 2026

Emmy Haryanti

Indonesia Menjajaki Peluang Investasi China Sektor Energi Surya dan Kendaraan Roda Dua

Emmy Haryanti