infosatu.co
PEMERINTAH

DLH Larang Pemulung Beraktivitas di Zona 1 TPA Sambutan untuk Cegah Kebakaran

Teks: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda Suwarso. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Aktivitas pemulung di Zona 1 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan, Samarinda, kini dilarang sebagai bagian dari upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencegah potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan pengamanan kawasan TPA diperketat karena Zona 1 sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas pembuangan sampah, dan tengah disiapkan untuk penataan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Menurutnya, pemulung yang sebelumnya beraktivitas di Zona 1 telah diarahkan untuk berpindah ke Zona 2.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan bekas timbunan sampah.

“Itu juga salah satu bagian dari upaya mencegah kebakaran,” kata Suwarso.

Saat ini, aktivitas pembuangan sampah dipusatkan di Zona 2 dengan menerapkan metode sanitary landfill. Sistem tersebut dilakukan dengan menimbun sampah menggunakan tanah secara berkala untuk membantu mengendalikan gas metana yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

Sementara di Zona 1, DLH melakukan penanganan terhadap timbunan lama dengan penimbunan tanah tebal untuk meredam potensi gas yang masih muncul dari dalam timbunan sampah.

Selain membatasi aktivitas di kawasan tersebut, DLH juga menyiagakan sumber air di sekitar TPA. Ketersediaan air itu dipersiapkan agar proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat apabila ditemukan titik api.

“TPA Sambutan sudah kita siagakan. Kebetulan di daerah situ juga ada sumber air untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Langkah pencegahan tersebut dilakukan seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda.

Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat 61 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 83,81 hektare.

Dengan kondisi cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, DLH memilih memperkuat pencegahan di kawasan TPA sejak dini.

“Kita tetap antisipasi lebih awal, deteksi dini namanya,” pungkasnya.

Related posts

Cuaca Panas Samarinda Berpotensi Sebabkan Dehidrasi hingga Heat Stroke

Rizki

Kemarau Meluas, Kemenag Kaltim Anjurkan Salat Istisqa Digelar di Tiap Daerah

Rizki

Kemarau Berkepanjangan, Pemprov Kaltim dan Warga Samarinda Gelar Salat Istisqa

Rizki