infosatu.co
KESEHATAN

Bontang Jadi Lokus Pembinaan Kemenkes untuk Pengelolaan Limbah Medis

Teks: Tim Kementerian Kesehatan RI bersama Dinkes Bontang usai monitoring pengelolaan limbah medis dan pemanfaatan SIKELIM di sejumlah fasilitas kesehatan di Bontang. (PPID Bontang)

Bontang, Infosatu.co – Kota Bontang menjadi salah satu daerah yang dipilih Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai lokus pembinaan dalam penguatan pengelolaan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Pembinaan tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pengelolaan limbah medis sekaligus pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan (Sikelim).

Kegiatan menyasar tiga fasilitas kesehatan, yakni Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Puskesmas Bontang Barat dan Puskesmas Bontang Lestari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan kunjungan tim Kemenkes menjadi momentum untuk memastikan tata kelola limbah medis di fasilitas kesehatan berjalan sesuai standar sekaligus memperkuat aspek kesehatan lingkungan.

“Penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan menjadi prioritas agar seluruh layanan dapat berjalan sesuai standar keselamatan lingkungan,” ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.

Dalam pembinaan tersebut, tim Kemenkes melakukan verifikasi lapangan guna melihat secara langsung penerapan pengelolaan limbah medis serta penggunaan aplikasi SIKELIM di masing-masing fasilitas kesehatan.

Selain itu, evaluasi juga difokuskan pada kesiapan aspek kesehatan lingkungan dalam mendukung operasional berbagai peralatan kesehatan agar pelayanan tetap berlangsung aman, bermutu dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Tim Kemenkes turut memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas pada fasilitas kesehatan yang menjadi bagian dari program SOPHI, InPULS, dan SIHREN.

Hasil pemetaan itu diharapkan menjadi dasar penguatan sistem pengelolaan limbah medis sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Bontang.

Melalui pembinaan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bontang berharap fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya mampu menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan limbah medis yang akuntabel serta didukung sistem digital melalui Sikelim.

“Kami berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bontang semakin optimal dalam mengelola limbah medis sesuai standar. Dengan begitu, pelayanan kesehatan yang aman sekaligus ramah lingkungan dapat terus terwujud,” pungkasnya.

Related posts

Tak Hanya ISPA, Dinkes Kaltim Ingatkan Ancaman Diare dan DBD di Musim Kemarau

Rizki

Dinkes Kaltim Salurkan 253.048 Dosis Vaksin Imunisasi hingga Oktober 2026

Rizki

Dinkes Kaltim Usulkan Mediasi untuk Selesaikan Pengaduan Keluarga Pasien Cath Lab RSUD AWS

Rizki