infosatu.co
KALTIM

BIFF Dorong Lahirnya Desainer Baru dari SMK di Kaltim

Teks: Ketua Harian Dekranasda Kalimantan Timur (Kaltim) Heni Purwaningsih (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Ketua Harian Dekranasda Kalimantan Timur (Kaltim) Heni Purwaningsih melihat keterlibatan pelajar SMK dalam Borneo International Fashion (BIFF) sebagai bagian dari upaya melahirkan desainer baru dari Kalimantan Timur.

Heni mengatakan kehadiran pelajar SMK di panggung BIFF tidak berhenti pada kesempatan menampilkan karya. Mereka juga diarahkan untuk terus mengembangkan kemampuan sehingga wastra dan kriya Kaltim dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Bagaimana anak-anak lulusan SMK itu bisa menjadi desainer-desainer baru Kaltim yang unggul. Sehingga wastra, kriya itu terus dilestarikan, terus dipahami, dikembangkan oleh generasi-generasi mereka,” ujarnya di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurutnya, karya yang ditampilkan sejumlah pelajar SMK dalam BIFF menunjukkan potensi yang layak dikembangkan. Ia menilai desain mereka tidak kalah dengan karya yang sudah lebih dulu hadir di industri fesyen.

Karena itu, Dekranasda Kaltim ingin memberikan ruang lebih besar bagi pelajar dan calon desainer muda untuk menunjukkan karya mereka.

“Kita memberikan panggung bagi produk-produk kreasi anak-anak SMK kita, panggungnya di BIFF ini,” tuturnya.

Heni berharap kesempatan tersebut semakin terbuka pada pelaksanaan BIFF berikutnya. Ia menargetkan lebih banyak lulusan SMK Kaltim dapat tampil dan mengembangkan karya mereka melalui ajang tersebut.

“Nanti di tahun depan kita harapkan semakin banyak desainer-desainer lulusan SMK Kalimantan Timur yang bisa tampil di panggung BIFF,” harapnya.

Tak hanya tampil, para desainer muda tersebut juga akan mendapat kesempatan memperkaya pengetahuan melalui pertemuan dengan desainer nasional-internasional Musa Widyatmodjo. Pertemuan itu akan digunakan untuk memberikan insight dan evaluasi terhadap desain yang telah ditampilkan.

“Desain sebuah fashion itu tidak hanya terkait dengan motifnya, tapi bagaimana perpaduan warna, bagaimana menampilkan aksesori-aksesori itu juga harus aesthetic, yang menarik,” jelasnya.

Heni mengaku masukan tersebut penting untuk memperkaya pengetahuan para desainer muda Kaltim. Sebab, pengembangan talenta fesyen juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem wastra dan kriya di daerah.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keberadaan wastra dan kriya Kaltim, tetapi juga mendorong produk lokal memiliki nilai ekonomi dan mampu dikenal lebih luas.

“Kita ingin pelaku-pelaku usaha di wastra dan kriya itu juga bisa meningkat, tidak hanya dari segi kesejahteraannya, tapi bagaimana produk kriya dan wastra Kaltim itu semakin bisa mendunia,” pungkas Heni.

Related posts

Sempat Jatuh di Runway, Alya dari Kutai Lama Malah Borong Dua Gelar BIFF 2026

R'sya Rahmadina

Batik Karya Siswa SLB Dharma Kencana Naik Kelas ke Panggung BIFF

R'sya Rahmadina

Dari BIFF Samarinda ke Melbourne, Lima Model Disiapkan Bawa Nama Borneo

R'sya Rahmadina