Samarinda, Infosatu.co – Penampilan Raim Laode sukses menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati sudut Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada penutupan Festival Merah Putih Kaltim 2026, Minggu, 23 Agustus 2026 malam.

Penyanyi sekaligus komika asal Baubau, Sulawesi Tenggara itu membawakan sejumlah lagu populernya di hadapan ribuan penonton. Kehadirannya mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati area pertunjukan.
“Komang” menjadi salah satu lagu yang dinantikan. Lagu tersebut turut mengajak penonton bernyanyi bersama, sebelum Raim melanjutkan penampilannya dengan sejumlah karya lain, termasuk “Lesung Pipi”, “Ada di Sana”, “Memilih Aku”, hingga “Iqro”.
Tak hanya bernyanyi, Raim juga menyelipkan humor dan interaksi langsung dengan penonton. Gaya tersebut membuat penampilannya tidak sekadar menjadi pertunjukan musik, tetapi juga hiburan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Raim Laode mulai dikenal luas setelah mengikuti ajang Stand Up Comedy Academy 2 pada 2016. Setelah itu, ia mengembangkan karier di dunia musik dan melahirkan sejumlah lagu yang dikenal masyarakat.
Kehadiran Raim menjadi penutup rangkaian Festival Merah Putih Kaltim 2026 yang berlangsung selama dua hari.
Festival tersebut diisi berbagai kegiatan, mulai dari olahraga masyarakat, perlombaan, bazar UMKM hingga pelayanan untuk masyarakat.
Staf Ahli Bidang III Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim Puguh Harjanto mengatakan Festival Merah Putih digelar sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan berpartisipasi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival, mulai dari TP PKK Kaltim, Kadin, KORMI, panitia, mitra, komunitas hingga masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah bekerja keras, tentunya masyarakat yang ikut meramaikan Festival Merah Putih,” ujar Puguh.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang.
Sementara itu, Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Setdaprov Kaltim Imanuddin mengatakan festival juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Sebanyak 51 stan disediakan selama dua hari pelaksanaan festival. Stan tersebut diberikan secara gratis sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk kepada masyarakat.
“Acara ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi kerakyatan, UMKM. Jadi dalam gelaran ini kita siapkan ada kurang lebih 51 stand gratis hanya untuk dua hari,” kata Imanuddin.
Ia berharap aktivitas di area bazar dapat menghasilkan transaksi yang memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha. Selain UMKM, rangkaian festival juga diisi olahraga tradisional yang berlangsung sejak hari pertama.
Imanuddin menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghidupkan kegiatan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Semoga sinergi pemerintah daerah bersama Kadin, bersama TP PKK, KORMI, Dekranasda dan tentunya keterlibatan masyarakat secara keseluruhan bisa membangkitkan kebersamaan kita dan menaikkan perekonomian di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda,” pungkasnya.
