
Samarinda, infosatu.co – Dorongan terhadap peningkatan kinerja Perumdam Tirta Kencana kembali mengemuka dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menilai pemerataan layanan air bersih harus menjadi fokus utama, seiring dengan tuntutan kebutuhan dasar masyarakat yang terus meningkat.
Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa cakupan layanan air bersih saat ini telah mencapai sekitar 84 persen. Angka tersebut dianggap cukup menggembirakan, namun belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan. Masih terdapat sekitar 16 persen wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Anggota Pansus LKPj DPRD Samarinda Ronal Stephen Lonteng menegaskan pentingnya kejelasan data terkait wilayah yang belum tersentuh layanan.
Menurutnya, informasi rinci akan membantu DPRD dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara lebih terarah.
“Kami masih menunggu data 16 persen itu berada di wilayah mana saja, agar bisa ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemetaan wilayah menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan. Tanpa basis data yang akurat, upaya intervensi dikhawatirkan tidak tepat sasaran dan justru memperlambat pemerataan layanan.
Lebih lanjut, Ronal mengingatkan bahwa peningkatan layanan tidak semata-mata soal memperluas jaringan distribusi. Kualitas aliran air juga harus menjadi perhatian serius, mengingat masih adanya keluhan masyarakat terkait distribusi yang tidak stabil meski jaringan telah tersedia.
“Masih ada laporan air tidak lancar, padahal jaringan sudah masuk. Ini yang perlu dibenahi,” lanjutnya.
Permasalahan distribusi bahkan masih dirasakan di beberapa kawasan tertentu. Salah satunya di Jalan Teuku Umar, yang hingga kini kerap mengalami gangguan pasokan air secara berkala.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa tantangan yang dihadapi Perumdam tidak hanya pada perluasan layanan, tetapi juga konsistensi kualitas distribusi.
Melihat situasi tersebut, DPRD mendorong adanya pembenahan menyeluruh dalam sistem distribusi air bersih. Upaya ini dinilai penting agar pelayanan tidak hanya menjangkau lebih luas, tetapi juga mampu memberikan kualitas yang stabil bagi masyarakat.
Di sisi lain, DPRD juga menaruh harapan besar agar target layanan 100 persen yang dicanangkan pada tahun 2029 dapat dipercepat.
Akselerasi pencapaian target ini dinilai sangat mungkin dilakukan apabila didukung dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang konsisten.
“Dengan komitmen peningkatan layanan serta pemerataan distribusi yang berkelanjutan, kami optimistis kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda dapat terpenuhi secara maksimal,” pungkasnya.
