Samarinda, Infosatu.co – Upaya menekan angka stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga membutuhkan lingkungan keluarga yang sehat, sanitasi layak, serta pendampingan berkelanjutan.
Untuk itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Kamis, 5 November 2026, di Aula Kecamatan Samarinda Seberang.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini ialah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPD IPPRISIA Kaltim dan DPPKB Kota Samarinda.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menilai kemitraan lintas sektor menjadi kekuatan penting untuk memperluas jangkauan program.
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan organisasi, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar bantuan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan,” ungkapnya.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan dirangkai dengan pelatihan budidaya tanaman pekarangan, serah terima jamban sehat di Kelurahan Tenun, serta penyerahan bantuan perbaikan hunian dan sanitasi layak bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
Deasy menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan GENTING yang tidak hanya berorientasi pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga.
“Kami ingin keluarga memiliki dukungan yang lebih menyeluruh. Pemanfaatan pekarangan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara sanitasi dan hunian yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Capaian program GENTING di Kota Samarinda menunjukkan hasil positif. Hingga pelaksanaan kegiatan, bantuan telah direalisasikan kepada 535 keluarga dari target 464 keluarga atau mencapai 115,3 persen.
Capaian tersebut didukung 128 mitra Orang Tua Asuh dengan total bantuan sebesar Rp367.515.000.
Menurut Deasy, angka tersebut mencerminkan besarnya kepedulian berbagai pihak dalam mendukung keluarga berisiko stunting.
“Capaian yang melampaui target ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pendampingan dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ucapnya.
Selain itu, Deasy menyampaikan apresiasi kepada DPD IPPRISIA Kaltim dan seluruh mitra Orang Tua Asuh yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga sehingga semakin banyak keluarga memperoleh dukungan untuk membangun kehidupan yang sehat dan mandiri.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan keluarga Samarinda yang sehat, mandiri, dan berkualitas, sekaligus mempercepat penurunan stunting,” pungkas Deasy. (ADV)
