Samarinda, Infosatu.co – Ikan lele menjadi salah satu penopang utama sektor perikanan budidaya di Kota Samarinda. Tingginya produksi komoditas ini menunjukkan aktivitas pembudidayaan ikan masih menjadi peluang ekonomi masyarakat, didukung ratusan pembudidaya dan kelompok usaha yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Samarinda, Henny Apriyanti, menungkapkan lele menempati posisi teratas dalam produksi perikanan budidaya, disusul ikan nila, patin, gurami, dan ikan mas.
Berdasarkan data Dinas Perikanan, terdapat sekitar 796 rumah tangga perikanan (RTP) atau pembudidaya serta 75 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang terdaftar.
“Kelompok pembudidaya ikan ini tersebar di sembilan kecamatan di Samarinda,” ungkap Henny kepada awak media, Kamis, 5 November 2026.
Henny menjelaskan, sembilan kecamatan tersebut meliputi Sambutan, Palaran, Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Ilir, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir.
Selain mengembangkan budidaya melalui kolam air tenang, sebagian masyarakat juga memanfaatkan Keramba Jaring Apung (KJA), salah satunya di Danau Rejang, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Di kawasan itu, terdapat komunitas pembudidaya KJA dengan komoditas utama ikan patin dan nila. Pengembangan serupa juga ditemukan di Kecamatan Loa Janan Ilir,” jelas Henny.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya, ketersediaan benih turut menjadi perhatian. Ia menyebutkan Samarinda memiliki sekitar 30 Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang memproduksi benih ikan untuk dipasarkan kepada para pembudidaya.
Keberadaan unit tersebut membantu memenuhi kebutuhan benih sekaligus mendukung rantai usaha perikanan budidaya dari tahap pembenihan hingga pembesaran.
“Ketersediaan benih menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan pembudidayaan. Dengan adanya UPR, pembudidaya memiliki sumber benih yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya,” ucapnya.
Di tengah tantangan cuaca yang dapat memengaruhi kegiatan budidaya, permintaan ikan hasil produksi masyarakat disebut masih cukup tinggi. Sejumlah pembudidaya bahkan masih mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Rata-rata permintaan cukup banyak. Alhamdulillah, masih ada pembudidaya ikan yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut,” pungkas Henny. (ADV)
