Samarinda, Infosatu.co – Kesempatan bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di sektor kesehatan terbuka melalui Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 3 Tahun 2026.
UPTD Puskesmas Harapan Baru Samarinda menyediakan delapan posisi magang dengan masa penempatan enam bulan dan uang saku yang mengacu pada Upah Minimum Kota (UMK) Samarinda, sekitar Rp3,9 juta per bulan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismed Kusasih, mengungkapkan kuota tersebut sesuai dengan jumlah peserta yang diusulkan UPTD Puskesmas Harapan Baru.
Program ini menyasar lulusan baru atau fresh graduate yang masa kelulusannya tidak lebih dari satu tahun.
“Sebanyak delapan peserta akan diterima sesuai dengan kuota yang kami usulkan. Program ini diperuntukkan bagi lulusan baru dengan masa kelulusan maksimal satu tahun,” ungkap Ismed saat ditemui awak media, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung, peserta juga akan mendapatkan uang saku bulanan sesuai ketentuan Program Magang Nasional Kemnaker. Besarannya mengacu pada UMK Samarinda, yakni sekitar Rp3,9 juta per bulan.
“Peserta akan menerima uang saku setiap bulan dengan besaran yang mengacu pada UMK Samarinda sesuai ketentuan program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Ismed.
Selain itu, Ismed menjelaskan program magang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026 hingga 16 Mei 2027. Selama periode itu, peserta akan diperkenalkan pada lingkungan kerja fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk sistem pelayanan pasien serta kegiatan administrasi dan pendukung operasional puskesmas.
Diketahui, terdapat delapan posisi yang dibuka, masing-masing untuk satu peserta. Posisi tersebut meliputi Sanitarian, Ahli Gizi, Promotor Kesehatan, Terapis Gigi dan Mulut, Perawat, Administrasi Kesehatan, Staf Administrasi Perkantoran, serta Perekam Medis.
Pendaftaran peserta dibuka pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Tahap berikutnya adalah proses rekrutmen dan pengusulan peserta pada 2–10 November, dilanjutkan seleksi serta penetapan peserta pada 11–13 November 2026.
“Peserta dapat mengenal secara langsung sistem kerja fasilitas pelayanan kesehatan melalui pengalaman selama masa magang. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan dan pemahaman yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja,” jelas Ismed.
Ismed berharap program ini dapat menjadi sarana bagi lulusan baru untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.
“Melalui program ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja nyata, terutama dalam memahami sistem pelayanan kesehatan di puskesmas,” pungkasnya. (ADV)
