Kukar, Infosatu.co – Penurunan produksi dari sumur-sumur migas tua di Blok Mahakam membuat PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) memperluas sumber pendapatan di luar pengelolaan participating interest (PI). Langkah ini ditempuh perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu untuk menjaga kesinambungan usaha sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Direktur Utama MGRM Efri Novianto mengatakan, perusahaan telah menyetorkan sekitar Rp287 miliar kepada Pemkab Kukar sejak berdiri pada Oktober 2018. Pada 2026, MGRM memperkirakan tambahan setoran sebesar Rp24 miliar sehingga total kontribusinya mendekati Rp300 miliar.
“Alhamdulillah, sampai hari ini kontribusi PAD yang sudah kami berikan sekitar Rp287 miliar. Tahun ini kami perkirakan ada tambahan Rp24 miliar lagi,” ujarnya saat perayaan delapan tahun MGRM di Graha MGRM, Tenggarong, Senin, 26 Oktober 2026.
Meski telah memberikan kontribusi ratusan miliar rupiah, MGRM menghadapi tantangan dari bisnis utamanya. Efri menjelaskan, pendapatan dari PI Blok Mahakam sempat tertekan akibat tingginya biaya operasi di tengah penurunan produksi dari sumur-sumur migas yang sudah tua.
Untuk menjaga pendapatan, perusahaan tidak hanya mengandalkan PI Blok Mahakam. Sejak Januari 2025, MGRM juga menerima PI sebesar 10 persen dari Blok Sanga-Sanga. Efri menyebut pendapatan dari blok tersebut menunjukkan tren positif.
Di luar pengelolaan PI, MGRM mulai mengembangkan usaha di bidang logistik, transportasi, dan pasokan minyak. Perusahaan juga menjajaki kontrak dengan sejumlah perusahaan di lingkungan Pertamina Grup untuk membuka peluang pendapatan tambahan.
Peluang lain yang tengah dijajaki ialah alokasi gas dari Blok ENI Ganal. Berdasarkan perhitungan awal perusahaan, peluang tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp4 miliar. Nilainya masih dapat bertambah bergantung pada besaran alokasi gas yang diperoleh.
“Kami terus berupaya menjaga pendapatan yang ada dan mencari sumber bisnis baru supaya kontribusi terhadap PAD Kukar bisa meningkat,” jelasnya.
Pemkab Kukar Ingin MGRM Jadi Penopang Utama PAD
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong MGRM memperluas usaha agar perusahaan daerah tersebut dapat mengambil peran lebih besar dalam menopang pendapatan daerah.
“Sekarang kita melihat tren PAD yang positif. Ke depan, yang terus kita dorong adalah bagaimana BUMD bisa menjadi penopang utama pendapatan daerah,” tuturnya.
Menurutnya, penguatan bisnis badan usaha milik daerah (BUMD) perlu berjalan beriringan dengan upaya mencari sumber penerimaan baru. Pemkab Kukar turut menjajaki penambahan alokasi gas dari perusahaan migas serta peluang memperoleh konsesi perkebunan kelapa sawit.
Aulia berharap pengembangan berbagai sumber pendapatan tersebut dapat memperkuat kemandirian fiskal Kukar sehingga daerah tidak terlalu bergantung pada penerimaan di luar kendalinya.
“Kita ingin Kukar ke depan bisa berdiri di atas kaki sendiri. Jadi, kita tidak terlalu berharap pada hal-hal di luar yang kita miliki,” harapnya.
Ia juga berharap MGRM terus menemukan peluang usaha baru dan meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Kukar seiring perkembangan perusahaan.
