infosatu.co
EKONOMI

Fiskal Kaltim Tertekan, Seno Aji Targetkan PAD Topang 70 Persen APBD

Teks: Wagub Kaltim Seno Aji (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) mampu menopang 70 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim ke depan, di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana bagi hasil (DBH) dan transfer dari pemerintah pusat.

Seno menyebut komposisi fiskal Kaltim saat ini mengalami penurunan hampir Rp10 triliun. Jika tahun 2024 APBD Kaltim masih di angka Rp22 triliun, maka tahun depan APBD Kaltim diprediksi hanya tinggal Rp12 triliun.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mendorong transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap penerimaan dari sektor ekstraktif dan transfer pemerintah pusat.

“Kami ingin ke depan PAD yang didapatkan oleh Kaltim itu komposisinya 70 persen dari APBD adalah pendapatan asli daerah,” ujarnya usai Konsultasi Publik Rancangan Rencana Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur 2045 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurutnya, penguatan PAD akan berjalan seiring dengan hilirisasi dan pengembangan sektor ekonomi lain. Ia menegaskan, transformasi tersebut bukan berarti Kaltim akan meninggalkan sektor ekstraktif, melainkan memperluas sumber penerimaan agar pembangunan daerah tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.

“Ke depan kalau hilirisasi dan transformasi ekonomi ini berjalan, maka kita nggak perlu ketergantungan (sektor ekstraktif) lagi. Ada atau tidak ada, terserah silakan. Kalau mau kirim balik, alhamdulillah, kalau nggak, nggak apa-apa. Tapi pembangunan Kaltim tetap berjalan,” jelasnya.

Untuk memperkuat perekonomian daerah, Pemprov Kaltim akan mengembangkan sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Pemerintah juga berupaya mempermudah perizinan serta menyiapkan dukungan perbankan agar pelaku usaha di sektor tersebut dapat berkembang.

“Mindset ini harus kita ubah kepada semua masyarakat, supaya usaha mereka kita perhatikan dengan baik, perbankannya kita siapkan, kemudian perizinan kita mudahkan,” tuturnya.

Transformasi ekonomi ini akan mengubah ketergantungan Kaltim terhadap ekonomi ekstraktif seperti batu bara dan migas, beralih ke kekuatan ekonomi berbasis sumber daya terbarukan. Salah satunya adalah perkebunan sawit.

Dalam tiga tahun ke depan Seno berharap lebih separuh APBD Kaltim bersumber dari PAD, dan tidak lagi bergantung transfer pusat dari TKD dan dana bagi hasil.

Related posts

Akses Keuangan Pelajar-Mahasiswa Tembus 92,76 Persen, Literasi Masih 62,72 Persen

R'sya Rahmadina

Mau Cuan dari Investasi? Jangan Sampai Dana Darurat Malah Kosong

R'sya Rahmadina

Tambang Masih Menghidupi Kaltim, Anak Muda Belum Melirik Ekonomi Alternatif

R'sya Rahmadina