infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Asap Karhutla Picu Kualitas Udara Memburuk, DLH Samarinda Sempat Hentikan Seluruh Operasi Insinerator

Teks: Insinerator pengolahan sampah milik Pemkot Samarinda. (Foto: Dok/Pemkot Samarinda)

Samarinda, Infosatu.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda sempat menghentikan sementara seluruh operasi insinerator saat kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap pekerja sekaligus mencegah kesalahpahaman masyarakat terkait sumber pencemaran udara.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menyampaikan penghentian operasional dilakukan ketika kualitas udara berada pada ambang yang tidak sehat.

Menurutnya, kebijakan itu tidak hanya menyasar operasional insinerator. DLH juga menyesuaikan jam kerja di sejumlah aktivitas sebagai upaya meminimalkan dampak buruk pencemaran udara terhadap para pekerja.

“Tujuannya untuk meminimalkan dampak pencemaran udara kepada pekerja kami. Jadi, tidak cuma insinerator, semuanya kami reduksi jam kerjanya sesuai kondisi,” Ungkap Taufiq saat dihubungi awak media, Senin, 19 Oktober 2026.

Selain mempertimbangkan faktor kesehatan pekerja, penghentian sementara insinerator juga dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat yang menduga asap pencemaran berasal dari fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung ke lapangan, DLH menemukan bahwa asap yang dikeluhkan di beberapa lokasi bersumber dari kebakaran hutan dan lahan, bukan dari insinerator sebagaimana dugaan awal.

Untuk menghindari kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, DLH akhirnya memutuskan menghentikan sementara seluruh operasi insinerator.

“Supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman juga, kami putuskan untuk shut down sementara,” Jelas Taufiq.

Operasional insinerator kemudian kembali berjalan setelah kondisi udara dinilai membaik. Meski demikian, DLH tetap memantau perkembangan kualitas udara, terlebih ketika aktivitas kebakaran hutan dan lahan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Pemantauan tersebut dilakukan agar aktivitas operasional tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Taufiq menyebut laporan mengenai aktivitas pembakaran yang masuk melalui fasilitas pengaduan DLH mengalami peningkatan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh bidang terkait melalui pengecekan langsung ke lokasi. (ADV)

Related posts

Tak Ingin Sekadar Hadirkan Teknologi, Saefuddin Zuhri Minta Investasi Taksi Listrik di Samarinda Dikaji Matang

Musriva

Wawali Samarinda Saefuddin Zuhri Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Tekankan Disiplin dan Kebersamaan

Musriva

Samarinda Matangkan Persiapan Porprov VIII Kaltim 2026, Tunggu Undangan Resmi dan Finalisasi 30 Atlet

Musriva