Samarinda, Infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menghadiri pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang yang digelar di Aula SD Negeri 016 Sungai Kunjang, Samarinda, Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pembina Pramuka, sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda di Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Ranting (Kwarran) Sungai Kunjang yang bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda dan selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda, saya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” Ungkapnya.
Menurutnya Saefuddin Zuhri, pelaksanaan KMD Golongan Penggalang merupakan wujud komitmen nyata sekaligus langkah strategis dalam mendukung program kerja kepramukaan menuju 2028.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka Kota Samarinda.
Ia menegaskan, para peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Suasana pelatihan yang menyenangkan, menurutnya, tetap harus diimbangi dengan keseriusan dalam menyerap ilmu dan menjalankan setiap tahapan kegiatan.
“Latihannya harus serius dan disiplin. Kita harus tahu kapan waktunya bergurau dan kapan waktunya menjalankan tugas. Kalau kedisiplinan ini bisa diterapkan, insyaallah semuanya dapat berjalan dengan baik,” Tegas Saefuddin Zuhri.
Saefuddin Zuhri juga menekankan pentingnya pendidikan kepramukaan di tengah arus modernisasi dan tantangan era digital yang semakin kompleks.
Menurutnya, nilai-nilai dasar Dasa Darma dan Trisatya Pramuka menjadi bekal moral yang penting untuk membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.
Ia menjelaskan, golongan Penggalang yang berada pada rentang usia 11 hingga 15 tahun merupakan fase penting dalam proses peralihan dan pembentukan karakter.
“Pada masa tersebut, anak-anak membutuhkan pembina yang tidak hanya menguasai materi kepramukaan, tetapi juga mampu menjadi teladan, pengayom, inovator, sekaligus sahabat bagi peserta didik,” Jelas Saefuddin Zuhri.
Karena itu, para pembina dituntut terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadirkan metode pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pembina tidak hanya harus memahami materi kepramukaan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dan membimbing anak-anak dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan mereka,” ungkapnya.
Ia turut menekankan bahwa kebersamaan dan gotong royong merupakan ruh Gerakan Pramuka yang harus terus dijaga. Ia mengingatkan agar para anggota Pramuka tidak bersikap egois atau hanya mementingkan diri sendiri.
Menurutnya, berbagai keterampilan kepramukaan, seperti tali-temali dan pembuatan tandu, mengajarkan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
“Pramuka itu tidak boleh egois dan tidak boleh menang sendiri. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus menjadi pegangan kita. Banyak hal dalam kepramukaan yang tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama,” tuturnya.
Ia berharap, melalui KMD ini, para peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para pelatih, memperluas wawasan, serta mempererat silaturahmi antarpembina, baik di Kecamatan Sungai Kunjang maupun di Kota Samarinda secara umum.
Ia optimistis, kehadiran pembina yang berkualitas, kompeten, dan berdedikasi akan mendorong gugus depan di sekolah-sekolah menjadi semakin aktif dalam menjalankan kegiatan kepramukaan. (ADV)
