Samarinda, Infosatu.co – Pencari kerja di Kota Samarinda kini dapat memperoleh rekomendasi lowongan berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki melalui aplikasi Tepian.
Sistem tersebut menjadi bagian dari proyek perubahan Sistem Jemput Bola Pelayanan Ketenagakerjaan (Si Jempol Naker) yang dikembangkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda.
Kepala Disnaker Samarinda Yuyum Puspitaningrum mengatakan aplikasi Tepian menggunakan mekanisme auto matching untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan berdasarkan data profil dan kebutuhan tenaga kerja.
“Melalui aplikasi Tepian, proses mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dilakukan melalui mekanisme auto matching. Dari sisi pencari kerja, data profil menjadi dasar sistem untuk mengidentifikasi kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan pekerjaan yang sesuai,” ujar Yuyum, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam sistem tersebut, setiap lowongan yang diterbitkan perusahaan menjadi bagian dari proses pencocokan. Pencari kerja akan mendapatkan informasi mengenai lowongan dan jabatan yang sesuai dengan profilnya.
Di sisi lain, perusahaan dapat memperoleh rekomendasi kandidat berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam lowongan. Mekanisme ini membuat proses pencocokan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja lebih terarah.
Yuyum menjelaskan pemanfaatan sistem digital juga membuat proses pencocokan data yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat berlangsung lebih cepat. Data yang tersedia diproses sistem untuk menghasilkan rekomendasi berdasarkan kriteria yang dimasukkan.
Meski demikian, hasil auto matching hanya bersifat rekomendasi dan tidak menjadi penentu dalam proses penerimaan tenaga kerja.
“Keputusan akhir dalam proses seleksi dan penerimaan tenaga kerja tetap berada pada perusahaan,” katanya.
Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Disnaker Samarinda membentuk tim taktis kemitraan proaktif lintas bidang.
Langkah tersebut mencakup koordinasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Ketenagakerjaan, sinkronisasi data ketenagakerjaan, uji coba sistem, serta peningkatan kompetensi tim task force.
“Keputusan akhir dalam proses seleksi dan penerimaan tenaga kerja tetap berada pada perusahaan,” tandasnya.
