infosatu.co
KUKAR

Pasca Kebakaran 75 Bangunan di Tenggarong, Pemkab Kukar Petakan Kebutuhan 151 Warga Terdampak

Teks: Kondisi pascakebakaran di Jalan AM Alimuddin Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kukar yang menghanguskan 75 bangunan warga.(Foto: Emmi/Infosatu)

Tenggarong, Infosatu.co – Sehari setelah kebakaran melanda permukiman padat di Jalan AM Alimuddin Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) perhatian pemerintah kini beralih pada pemulihan warga terdampak.

Kebakaran dilaporkan menghanguskan sekitar 75 bangunan warga. Berdasarkan pendataan sementara Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, sebanyak 151 jiwa dari 50 kepala keluarga (KK) terdampak musibah yang terjadi Senin 5 Oktober 2026 sore hingga malam tersebut.

Kini, Pemkab Kukar mulai menyiapkan kebutuhan dasar warga sekaligus melakukan pendataan lebih rinci agar bantuan lanjutan tidak diberikan secara seragam.

Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti mengatakan, pihaknya membutuhkan data lebih detail mengenai kondisi masing-masing korban, termasuk usia dan kebutuhan khusus.

Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai. Tidak hanya sembako, bantuan dapat diarahkan kepada kelompok tertentu, seperti lansia maupun anak-anak yang masih bersekolah.

“Misalnya kalau anak sekolah ya barangkali kita bantu seragam, sepatu. Itu bisa langsung kita bantu,” kata Rinda, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, data mengenai kondisi korban masih terus disinkronkan bersama camat dan lurah. Hal itu penting untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran, mengingat kondisi setiap keluarga terdampak berbeda.

Selain bantuan lanjutan, pemerintah juga memastikan kebutuhan makan warga tetap terpenuhi selama masa awal pascakebakaran.

Rinda menambahkan, Dinsos mengerahkan sekitar 10 personel bersama Tagana untuk mendukung operasional dapur umum. Petugas akan bekerja secara bergantian melalui sistem piket agar pelayanan tetap berjalan.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga menyiapkan opsi tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau belum memiliki lokasi untuk mengungsi.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan, BPBD bersama Dinsos, kecamatan dan kelurahan menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak. Dapur umum direncanakan beroperasi selama dua hari dan dapat diperpanjang apabila masih dibutuhkan.

Sekitar 200 porsi makanan disiapkan setiap hari dengan pelayanan makan tiga kali. Warga yang terdampak langsung menjadi prioritas dalam pembagian makanan.

“Penanganan kebutuhan dasar masyarakat supaya bisa terpenuhi karena musibah ini. Kita usahakan bisa dua hari supaya masyarakat terbantu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, utamanya makan,” ujarnya kepada awak media.

Logistik seperti beras, sarden, susu, gula dan mi instan akan diolah menjadi makanan siap santap. Sarapan pada pagi hari sebelumnya juga telah dibantu Baznas melalui penyediaan nasi bungkus.

Untuk sementara, bantuan Dinsos bersumber dari stok logistik yang tersedia di gudang dan diberikan dalam bentuk barang. Pemerintah juga masih membuka koordinasi untuk memenuhi kebutuhan lain yang belum tersedia.

Di tempat yang sama, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, fasilitas yang disiapkan antara lain tempat yang disediakan Muhammadiyah dan TK Al-Qur’an Dariah.

“Kalau yang ada keluarga mungkin bisa dengan keluarga sementara, kalau tidak ada nanti bisa diinformasikan, baik itu di tempat ke Muhammadiyah maupun TK Al-Qur’an Dariah yang juga disiapkan,” katanya.

Ia menegaskan penanganan korban akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Identitas serta kondisi tempat tinggal korban, baik pemilik maupun penyewa, akan diperiksa satu per satu sebagai bagian dari proses pendataan bantuan.

“Kami atas nama pemerintah daerah juga menyampaikan artinya korban kebakaran tidak sendiri. Kami hadir, seluruhnya hadir, semua pihak hadir untuk membersamai, kemudian untuk memberikan dukungan moral, semangat, dan sedikit bantuan yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Pemerintah daerah kini memprioritaskan penanganan kebutuhan dasar sekaligus memastikan proses pendataan korban terus berjalan agar bantuan lanjutan dapat diberikan berdasarkan kondisi nyata masing-masing keluarga terdampak.

Related posts

Erau 2026 Tak Sekadar Seremoni, Nilai Adat Kutai Terus Dipertahankan

Emmy Haryanti

Kadin Kukar Gandeng BUMD, Bidik Penguatan Ekonomi Daerah di Tengah Tekanan Fiskal

Emmy Haryanti

Pemkab Kukar: Pemanfaatan Lahan Eks Tambang Agar Dapat Dialihkan Menjadi Aset Daerah

Martin