Jakarta, Infosatu.co – Hilirisasi nikel mulai mengubah struktur ekonomi sejumlah wilayah di Sulawesi, dari yang sebelumnya bertumpu pada sektor primer seperti pertambangan dan pertanian menjadi ekonomi berbasis industri pengolahan.
Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan perubahan tersebut salah satunya terlihat di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Dalam satu dekade terakhir, perkembangan industri pengolahan mineral mendorong sektor industri menjadi penopang utama perekonomian daerah.
“Kalau dulu Morowali didominasi pertambangan dan pertanian, sekarang lebih dari 75 persen ekonominya ditopang sektor industri,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya rantai nilai industri kendaraan listrik di Indonesia, meski integrasi pada sektor hilir masih terus berkembang.
“Kalau di upstream kita sudah high maturity, sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” terangnya.
Perubahan struktur ekonomi itu berlangsung seiring ekspansi fasilitas pengolahan nikel dan industri pendukungnya di berbagai kawasan Sulawesi. Aktivitas tersebut tidak hanya memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri, tetapi juga mendorong investasi, penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung.
Di Sulawesi Selatan, misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi daerah itu tumbuh 5,59 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PDRB Sulawesi Selatan pada periode tersebut mencapai Rp206,70 triliun berdasarkan harga berlaku dan Rp110,41 triliun berdasarkan harga konstan 2010.
Pengembangan industri pengolahan nikel juga terus dilakukan sejumlah perusahaan. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, mengembangkan proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako sebagai bagian dari pengembangan rantai nilai nikelnya.
Salah satu teknologi yang dikembangkan yakni High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk antara yang dapat digunakan dalam rantai pasok material baterai.
Namun, Faisal menilai besarnya dampak hilirisasi terhadap ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi. Keterkaitan industri dengan perekonomian lokal, pengembangan tenaga kerja, serta tata kelola industri juga menjadi faktor penting agar manfaat industrialisasi dapat meluas.
Dengan berkembangnya kapasitas pengolahan dan investasi berbasis nikel, Sulawesi kini memiliki posisi penting dalam rantai nilai mineral nasional. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan industri tersebut turut memperkuat tenaga kerja lokal, melibatkan usaha daerah, serta menghasilkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah penghasil sumber daya.
