Jakarta, Infosatu.co – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa meminta wartawan memperkuat kemampuan riset dan verifikasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital yang semakin memengaruhi arus informasi.
Menurut Teguh, wartawan tidak cukup hanya mengikuti informasi yang muncul di permukaan atau berdasarkan isu yang sedang ramai di berbagai platform digital. Kemampuan menelusuri informasi secara lebih mendalam diperlukan agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang dibentuk oleh algoritma.
“Jika wartawannya rajin meriset, secara teoretis masyarakat akan selamat dari jebakan optik algoritma atau yang oleh Prof Komaruddin disebut sebagai algo-sapiens,” ujarnya saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) JMSI di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menyebut perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Sementara perkembangan AI membuat ruang informasi menjadi semakin kompleks dan perlu diikuti dengan pembahasan mengenai aturan, tanggung jawab, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Teguh bahkan menyoroti potensi penggunaan AI dan Internet of Things (IoT) dalam sektor strategis, termasuk dalam sistem pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keamanan.
“Ada kekhawatiran jika suatu saat nanti keputusan untuk mendefinisikan ancaman dan menyatakan perang dikendalikan oleh sistem AI, hal itu bisa berakibat fatal,” tuturnya.
Karena itu, ia menilai peningkatan kompetensi wartawan tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme perusahaan media. Keduanya dinilai perlu berjalan beriringan agar pers mampu menjalankan fungsi publiknya.
“Mestinya, wartawan yang berkualitas dan media profesional ini dapat berjalan seiring, sehingga pers nasional kita benar-benar berkualitas dan mampu menyehatkan demokrasi, bukan sekadar memproduksi kebisingan,” tegasnya.
Perwakilan penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, Replianto menyampaikan kelulusan UKW menjadi langkah awal bagi wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas profesinya.
“Hari ini kita semua para peserta UKW Muda dan UKW Madya kompeten, ini adalah langkah awal untuk jalan ke depan,” ucapnya.
Adapun UKW JMSI berlangsung selama dua hari, 30 September–1 Oktober 2026. Kegiatan mengusung tema “Bikin Terang Indonesia” dan diselenggarakan JMSI bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat.
UKW diikuti wartawan dari berbagai media untuk jenjang UKW Muda, Madya dan turut dihadiri Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Wayan Sudane, jajaran penguji, panitia, serta peserta UKW.
Pelaksanaan UKW JMSI juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya MIND ID dan Pertamina Patra Niaga.
