infosatu.co
OLAHRAGA

KONI Kaltim Lakukan Digitalisasi Verifikasi Cegah Atlet Luar ‘Nyasar’ ke Porprov

Teks: Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim, Dandri Dauri. (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – KONI Kalimantan Timur (Kaltim) memperketat proses verifikasi atlet yang akan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut benar-benar diikuti atlet yang memenuhi ketentuan, termasuk mencegah atlet dari luar Kaltim tampil membela kabupaten/kota tertentu.

Wakil Ketua II KONI Kaltim Dandri Dauri mengatakan proses verifikasi pada Porprov mendatang akan diperkuat melalui sistem digital. KONI Kaltim menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memeriksa data atlet.

“Tim keabsahan kita nanti menggunakan sistem digital. Kita akan bekerja sama dengan Dukcapil dan ada aplikasi dari pihak ketiga,” kata Dandri Dauri di KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk memeriksa identitas dan usia atlet berdasarkan data kependudukan. Rekam jejak atlet juga akan ditelusuri, termasuk riwayat keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

Langkah tersebut menjadi penting karena KONI Kaltim ingin menutup celah penggunaan atlet dari luar daerah dalam Porprov. Dandri mencontohkan persoalan yang pernah terjadi pada Porprov di Berau.

Saat itu, terdapat atlet renang yang membela salah satu kontingen dan berhasil meraih sembilan medali. Kontingen lain kemudian mengajukan protes karena mempertanyakan asal atlet tersebut.

“Waktu itu ada atlet renang dari luar Kaltim. Dia bisa mendapatkan sembilan medali. Setelah diprotes, ternyata memang terbukti dari luar Kaltim,” ungkapnya.

Dandri menyebut aturan mengenai larangan atlet dari luar Kaltim sebenarnya sudah ada. Namun, proses pemeriksaan sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu lebih panjang.

Karena itu, digitalisasi diarahkan untuk membuat proses pemeriksaan lebih mudah sekaligus mempersempit peluang terjadinya pelanggaran administrasi. Data kependudukan dapat digunakan untuk memastikan identitas dan usia atlet, sementara rekam prestasi membantu KONI mengetahui riwayat keikutsertaan atlet di ajang lain.

KONI Kaltim juga memiliki catatan sekitar 113 atlet Kaltim yang pernah meraih medali emas PON, baik secara individu maupun dalam nomor beregu. Data tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang perlu diperiksa dalam proses keabsahan atlet.

Dandri menegaskan Porprov diharapkan dapat menjadi ruang bagi atlet daerah untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan bertanding. Karena itu, KONI Kaltim ingin memastikan peserta yang tampil memang sesuai dengan ketentuan dan berasal dari Kaltim.

“Kita ingin Porprov ini diisi oleh putra-putri daerah Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dalam persiapan verifikasi, KONI Kaltim memperkirakan ada sekitar 9.800 atlet dari 10 KONI kabupaten/kota yang akan masuk dalam sistem. Samarinda menjadi salah satu kontingen dengan jumlah atlet cukup besar, yakni sekitar 1.700 atlet.

Namun, proses input data belum seluruhnya berjalan karena jumlah nomor pertandingan masih menunggu keputusan resmi. Porprov Kaltim direncanakan mempertandingkan 59 cabang olahraga, ditambah lima cabang olahraga independen sehingga totalnya mencapai 64 cabor.

Dandri menambahkan, penerapan sistem digital juga memiliki tantangan, terutama terkait jaringan internet di sejumlah wilayah. KONI memberikan waktu bagi masing-masing daerah untuk memasukkan data atlet, sementara proses verifikasi dilakukan pada malam hari setelah data masuk.

Related posts

Tiga Hari Usai Laga di Jepara, Borneo FC Pastikan Skuad Tetap Siap Hadapi Dewa United

Rizki

Indonesia Kejar 10 Besar Asian Para Games, Andalkan Cabor Pengganti Para Catur

R'sya Rahmadina

Dari Paser ke PON, Gabsi Kaltim Siapkan Jalan Atlet Bridge

R'sya Rahmadina