infosatu.co
KESEHATAN

5 Buah yang Baik untuk Mendukung Sistem Imunitas Tubuh

Teks: ilustrasi buah-buahan yang bagus untuk mendukung sistem imunitas tubuh. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Menjaga sistem imunitas tubuh tidak hanya soal mengonsumsi suplemen. Asupan makanan sehari-hari juga ikut menentukan apakah tubuh mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi pertahanan terhadap infeksi.

Buah menjadi salah satu sumber yang mudah ditemukan. Beberapa jenis buah mengandung vitamin C, vitamin A, karotenoid, senyawa fenolik, flavonoid serta berbagai senyawa antioksidan lain yang berperan dalam menjaga kondisi sel dan mendukung fungsi tubuh.

Kementerian Kesehatan menyebut vitamin C berperan sebagai antioksidan dan membantu memelihara daya tahan tubuh. Sumbernya antara lain jeruk, stroberi, pepaya dan jambu biji.

Namun, bukan berarti semakin banyak buah tertentu dikonsumsi, semakin kuat pula sistem imun seseorang. Sistem kekebalan tubuh dipengaruhi banyak hal, termasuk kecukupan gizi secara keseluruhan, tidur, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan.

Lantas, buah apa saja yang bisa menjadi pilihan?

1. Jambu biji

Jambu biji termasuk buah yang cukup menonjol dalam hal kandungan vitamin C.

Penelitian di IPB University mengenai jambu biji varietas Kristal menemukan kandungan vitamin C sekitar 121,30-146,18 mg per 100 gram buah. Angka tersebut dalam penelitian itu bahkan lebih tinggi dibandingkan kandungan vitamin C pada jeruk pamelo yang menjadi pembanding.

Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membantu kerja sistem kekebalan. Kementerian Kesehatan juga memasukkan jambu biji sebagai salah satu sumber vitamin C yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Jambu biji juga menyediakan serat dan sejumlah mineral. Karena itu, buah ini tidak perlu dipandang hanya sebagai sumber vitamin C, tetapi sebagai bagian dari pola makan yang lebih beragam.

2. Pepaya

Pepaya memiliki kombinasi vitamin yang cukup menarik. Daging buahnya mengandung vitamin A, C dan E, yang berkaitan dengan fungsi antioksidan serta sistem kekebalan tubuh.

Penelitian dari Universitas Muslim Indonesia yang diterbitkan dalam As-Syifaa Jurnal Farmasi juga mengkaji aktivitas antioksidan tanaman pepaya. Penelitian tersebut menyebut buah dan daun pepaya mengandung vitamin C, tokoferol, senyawa fenolik dan beta-karoten. Pengujian dilakukan menggunakan metode DPPH untuk melihat aktivitas antioksidan.

Penelitian lain dari Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri juga menemukan adanya aktivitas antioksidan dari karotenoid buah pepaya melalui pengujian laboratorium.

Yang perlu diperhatikan, hasil uji antioksidan di laboratorium tidak otomatis berarti makan pepaya dapat mencegah atau mengobati penyakit tertentu. Manfaat tersebut lebih tepat dilihat sebagai salah satu alasan pepaya layak menjadi bagian dari pola makan bergizi.

3. Jeruk

Jeruk mungkin menjadi buah yang paling sering dikaitkan dengan daya tahan tubuh. Alasannya cukup jelas: buah ini merupakan salah satu sumber vitamin C.

Penelitian di Indonesia terhadap jeruk manis dan jeruk purut menemukan keduanya mengandung vitamin C dan flavonoid serta menunjukkan aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium menggunakan metode ABTS.

Jeruk Pasaman juga secara khusus mengukur kandungan vitamin C buah tersebut. Penelitian yang diterbitkan Journal of Research and Education Chemistry menggunakan metode iodometri untuk menganalisis kandungan vitamin C pada jeruk Pasaman.

Vitamin C sendiri bukan sekadar zat yang dikonsumsi ketika sedang sakit. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa vitamin tersebut terlibat dalam berbagai proses tubuh dan membantu memelihara daya tahan tubuh.

Karena itu, mengonsumsi jeruk sebagai bagian dari menu sehari-hari lebih tepat dipahami sebagai cara memenuhi kebutuhan zat gizi, bukan sebagai pengganti obat ketika seseorang sedang mengalami infeksi.

4. Stroberi

Ukurannya kecil, tetapi stroberi memiliki sejumlah senyawa yang menarik dari sisi gizi.

Penelitian dari Universitas Katolik Parahyangan terhadap buah stroberi menemukan adanya asam askorbat atau vitamin C, antosianin dan senyawa fenolik. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak stroberi.

Stroberi juga termasuk sumber vitamin C yang disebut Kementerian Kesehatan. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan membantu fungsi sistem kekebalan tubuh.

Penelitian di Indonesia pada 2026 mengenai jus stroberi juga menganalisis kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan sebagai bagian dari karakteristik produk tersebut.

Meski demikian, cara mengonsumsi tetap perlu diperhatikan. Buah segar secara umum berbeda dengan minuman atau produk olahan yang dapat memperoleh tambahan gula.

5. Mangga

Mangga bukan hanya soal rasa manis. Buah ini juga menyediakan vitamin C dan senyawa antioksidan.

Penelitian terhadap mangga Podang di Kabupaten Kediri yang diterbitkan dalam Jurnal Biologi dan Pembelajarannya menemukan adanya kandungan vitamin C pada sampel mangga dari sejumlah wilayah. Penelitian tersebut menggunakan analisis HPLC untuk mengukur kandungan vitamin C.

Penelitian lain yang dilakukan di Indonesia terhadap mangga Arumanis dan mangga Macang juga mengukur kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya menunjukkan kedua jenis mangga tersebut mengandung vitamin C, dengan kadar berbeda antara varietas yang diteliti.

Sementara itu, penelitian terhadap buah mangga Arumanis juga menemukan adanya aktivitas antioksidan pada fraksi ekstraknya melalui pengujian DPPH.

Kandungan tersebut membuat mangga dapat menjadi salah satu pilihan buah dalam pola makan sehari-hari. Namun, seperti buah lainnya, manfaatnya tidak berdiri sendiri.

Bukan soal mencari satu buah paling ampuh

Dari kelima buah tersebut, tidak ada satu pun yang bisa disebut sebagai “buah penambah imun” secara ajaib.

Sistem imun bekerja melalui jaringan sel, jaringan tubuh, organ, serta berbagai proses biologis yang membutuhkan banyak zat gizi. Karena itu, mengandalkan satu jenis buah saja bukan pendekatan yang tepat.

Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Buah menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa lain yang dibutuhkan tubuh.

Jadi, jambu biji, pepaya, jeruk, stroberi, dan mangga dapat menjadi pilihan untuk menambah variasi asupan buah. Kandungan vitamin C, karotenoid dan berbagai senyawa antioksidan di dalamnya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi yang berkaitan dengan fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan.

Yang tidak kalah penting adalah cara mengonsumsinya. Buah lebih baik menjadi bagian dari pola makan sehari-hari yang beragam, bukan dikonsumsi hanya ketika tubuh mulai terasa tidak enak badan.

Related posts

Cegah Stunting Tak Cukup Pantau Tinggi Badan, Kesehatan Gigi Anak Juga Penting

Emmy Haryanti

Kerja Sama BPJS Mulai Berjalan, RS Mulya Medika Perkuat Layanan di Tahun Kedua

Rizki

Cegah Diare hingga Tifoid, Dinkes Kaltim Bagikan 6 Langkah Kelola Air Minum Aman

Rizki