Samarinda, Infosatu.co – Peresmian tujuh satuan pendidikan dari jenjang TK, SD hingga SMP diarahkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Tepian.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga pelayanan publik dasar di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Namun menurutnya, keberadaan bangunan sekolah yang lebih baik harus diikuti perubahan kualitas pendidikan di dalamnya.
“Yang kita mau lihat hari ini bukan cuma sekolahnya yang menjadi bagus. Tapi transformasi pendidikannya, agar menghadirkan sistem pendidikan yang pada akhirnya men-trigger peningkatan kualitas sumber daya manusia kita di masa yang akan datang,” ucapnya, Kamis 10 September 2026.
Bagi Andi Harun, peningkatan kualitas pendidikan menjadi semakin penting seiring perubahan dunia kerja yang dipengaruhi revolusi industri dan perkembangan teknologi informasi.
Struktur pekerjaan di masa depan akan mengalami perubahan. Pada saat yang sama, persaingan sumber daya manusia tidak lagi hanya terjadi antardaerah, tetapi juga antarnegara.
Karena itu, sekolah sebagai salah satu fondasi utama dalam mempersiapkan Samarinda menghadapi perubahan tersebut.
“Masa depan itu dibangun dari ruang-ruang kelas kita. Termasuk kemajuan Samarinda, kita harapkan dibangun dari ruang-ruang kelas di sekolah-sekolah kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan, transformasi pendidikan juga tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pendidikan karakter, akhlak, dan kepribadian anak harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang berjalan secara beriringan.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas publik tetap dapat dilakukan meski pemerintah daerah menghadapi tuntutan efisiensi anggaran.
“Kuncinya terletak pada perencanaan dan kemampuan pemerintah menentukan prioritas belanja,” jelasnya.
Lanjutnya, Pemkot Samarinda menyusun full design setiap pembangunan sejak awal sehingga kebutuhan anggaran dan waktu pengerjaan dapat dipetakan.
Jika tidak memungkinkan diselesaikan dalam satu tahun anggaran, pembangunan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan APBD.
“Yang penting mau mengarahkan APBD itu pada belanja yang benar, pasti ketemu jalannya. Kami harap pembangunan pendidikan tidak hanya menghasilkan fasilitas sekolah yang representatif, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Samarinda menghadapi perubahan zaman,” tandasnya.
Sebagai informasi tujuh satuan pendidikan yang diresmikan yakni, TK Negeri 6, TK Negeri 9, SD Negeri 013 Samarinda Utara, SD Negeri 011 Samarinda Kota, SD Negeri 012 Samarinda Seberang, SMP Negeri 43, dan SMP Negeri 50.
