Samarinda, Infosatu.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat meningkat sepanjang Agustus 2026.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan peningkatan kasus ISPA masih berada dalam kondisi terkendali. Namun, kondisi kualitas udara yang berubah-ubah membuat pihaknya tetap melakukan pemantauan bersama satuan tugas penanganan karhutla.
“Insiden ISPA masih naik, naik tapi masih terkendali. Masih 22,8 persen di bulan Agustus terhadap bulan-bulan sebelumnya,” ujar Ismed, Kamis 3 September 2026.
Ia menjelaskan, kondisi kualitas udara di Samarinda tidak selalu berada pada level yang sama. Berdasarkan pemantauan, kualitas udara pada pagi hari dalam beberapa kondisi masih tergolong baik.
Bahkan, indeks kualitas udara di Samarinda disebut berada di bawah angka 50 (AQI) yang artinya kualitas baik dengan kategori hijau. Kondisi tersebut masih dinilai normal sehingga belum diperlukan langkah penanganan kesehatan yang lebih tinggi.
“Kalau pagi dia baik. Bahkan hari ini kalau di Kota Samarinda di bawah 50, jadi masih biasa,” katanya.
Meski demikian, Ismed menekankan kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, Dinkes tidak hanya melihat kondisi udara pada satu waktu, tetapi terus berkoordinasi dengan tim yang tergabung dalam satuan tugas karhutla.
Menurutnya, penilaian mengenai kualitas udara menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara Dinkes melihat perkembangan tersebut dari sisi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Kondisi asap itu yang menyatakan dari DLH, kualitas udara. Nah sebenarnya di Kota Samarinda naik turun,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi saat ini masih berada pada level waspada, bukan situasi darurat kesehatan. Keputusan terkait langkah lanjutan akan ditentukan melalui koordinasi dan evaluasi bersama satgas yang berada di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Samarinda.
“Kita konsultasikan kepada Ketua Satgas. Tapi kalau dari sisi kesehatan, kami masih memandang ini adalah suatu kewaspadaan, masih tingkat waspada,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan ISPA menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan Dinkes di tengah kondisi asap. Meski terjadi kenaikan, kasus tersebut sejauh ini masih dapat dikendalikan.
“Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian Dinkes agar masyarakat tidak mengabaikan perubahan kualitas udara, terutama ketika konsentrasi asap meningkat. Pemantauan akan terus dilakukan seiring dinamika karhutla dan kondisi udara di Samarinda,” tegasnya.
