infosatu.co
PEMERINTAH

Rekayasa Cuaca Disiapkan di 4 Wilayah Kaltim, Samarinda Belum Masuk Sasaran

Teks: Ilustrasi Rekayasa Cuaca. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan rekayasa cuaca di empat wilayah, yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Sementara itu, Ibu Kota Kaltim, Samarinda, belum masuk dalam sasaran rekayasa cuaca tersebut.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebelumnya mengatakan rekayasa cuaca direncanakan berlangsung pada 22-27 Agustus 2026 apabila hujan belum turun di wilayah yang menjadi sasaran.

“Insyaallah tanggal 22 sampai tanggal 27 jika hujan belum turun maka akan dilaksanakan rekayasa cuaca supaya hujan bisa segera turun di wilayah Kalimantan Timur,” kata Rudy beberapa waktu lalu.

Keempat wilayah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kondisi kering yang berlanjut berpotensi meningkatkan berbagai dampak, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), keterbatasan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Kota Samarinda belum mendapatkan arahan khusus untuk pelaksanaan rekayasa cuaca.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah tersebut.

“Dari rapat hari ini bersama BMKG dan dinas terkait, Samarinda sendiri belum ada pembahasan khusus tentang rekayasa cuaca,” kata Suwarso saat ditemui usai Rapat Koordinasi Antisipasi El Nino Ekstrem di Samarinda, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Suwarso, rekayasa cuaca sebelumnya pernah dilakukan di wilayah Kaltim dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Operasi Modifikasi Cuaca saat itu dilaksanakan dengan dukungan dari Bandara APT Pranoto Samarinda.

Untuk menghadapi potensi dampak El Nino saat ini, Pemkot Samarinda masih mengutamakan langkah mitigasi dan identifikasi. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk memetakan dampak yang mungkin terjadi di sektor pertanian, air bersih, perikanan, lingkungan hingga karhutla.

“Di awal-awal ini tindakan kita adalah mitigasi, identifikasi persoalan-persoalan atau potensi-potensi risiko jika kemarau ini berlanjut sampai September, bahkan mungkin Oktober,” ujarnya.

Suwarso mengatakan seluruh data dari masing-masing OPD masih dikumpulkan untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda.

“Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk dukungan bagi sektor-sektor yang terdampak,” tutup Suwarso.

Related posts

El Nino Ancam Pertanian Samarinda, 50 Hektare Lahan Terancam Gagal Panen

Rizki

Gubernur Kaltim Resmikan Jalan Simpang Perdau–Tepian Langsat, Minta KPC Segera Bangun Jalur Sangatta

Emmy Haryanti

61 Karhutla Hanguskan 83,81 Hektare Lahan di Samarinda, BPBD Duga Sebagian Dipicu Kesengajaan

Rizki