Samarinda, Infosatu.co – Jalur sungai yang selama ini menjadi akses penting menuju Desa Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, mulai terkendala setelah Sungai Mahakam surut.
Warga disebut kesulitan mendapatkan bahan pangan, sementara Pemprov Kaltim menyiapkan langkah berupa bantuan pangan dan alat berat untuk membuka jalur darat dari Long Pahangai.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan bantuan pangan disiapkan sebagai langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Long Apari yang terdampak surutnya air Mahakam.
“Kami sudah mendengar di Mahakam Ulu, terutama di Desa Long Apari yang saat ini airnya surut. Mereka sudah kesulitan bahan pangan dan Provinsi Kaltim sudah menyiapkan bantuan untuk berangkat ke Mahakam Ulu,” kata Seno saat ditemui usai launching Desa Siaga TB, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Seno, persoalan akses menuju Long Apari perlu ditangani dalam dua tahap. Selain mengirim bantuan pangan, Pemprov Kaltim akan menyiapkan alat berat untuk membuka akses jalan dari Long Pahangai menuju Long Apari.
Langkah tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.
Menurut Seno, keberadaan akses darat menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jalur sungai, terutama ketika kondisi air Mahakam surut.
“Secara jangka pendeknya, kemudian jangka panjangnya kita akan kirimkan alat berat. Dengan kerja sama kabupaten untuk membuka jalur jalan dari Long Pahangai ke Long Apari,” ujarnya.
Seno menilai pembangunan akses tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan masyarakat Long Apari. Ia menyebut jalur dari Long Pahangai menuju Long Apari menjadi salah satu akses yang perlu segera dibuka.
“Ini sangat penting karena masa depan mereka tergantung dari jalan ini. Insyaallah kita akan segera buka,” katanya.
Pemprov Kaltim juga menyiapkan rencana lanjutan untuk meningkatkan akses tersebut pada tahun depan. Seno mengatakan peningkatan jalan akan dilakukan apabila anggaran yang dibutuhkan telah tersedia.
“Kemudian tahun depan kalau memang kita anggarannya sudah ada, kita akan segera hampar sirtu supaya jalan bisa digunakan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jalur antarkecamatan itu sejatinya adalah kewenangan kabupaten. Namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, Pemprov Kaltim akan melakukan intervensi.
